Carte Postale

Gaya ya pakai bahasa Perancis, padahal cuma ingin menulis Kartu Pos saja 😀

Beberapa waktu yang lalu, sahabat blogger Arman meminta padaku apakah bisa mengirimkan kartu pos dari Jepang untuk anaknya, Andrew. Tentu saja aku setuju, meskipun akhirnya kartu pos yang sudah lama kutulis membutuhkan waktu untuk terkirim. Tapi pengiriman kartu pos itu asalkan menulis airmail dan membubuhkan perangko yang cukup, pasti akan sampai tidak lebih dari 1 minggu.

Aku memilihkan kartu pos dari Yokohama dengan latar belakang gunung Fuji yang baru saja dinobatkan sebagai world heritage. Salah satu sebab aku menunda-nunda pengiriman, adalah pemilihan perangko yang bagus. Sebetulnya ingin menempelkan perangko disney, tapi punyaku entah terselip ke mana. Jadi kupilihkan perangko chochin (lampion) besar dari Kuil Sensouji di Asakusa, Tokyo.

Bagiku, kartu pos dan perangko merupakan nostalgia, kenangan yang tak terlupakan. Dulu waktu kecil, papaku sering dinas, bepergian ke luar negeri. Dan kami selalu menerima kartu pos dari negara itu. Tentu aku selalu mengumpulkannya, semoga masih ada di rumah Jakarta. Tapi kebiasaan mengirim kartu pos terus dilanjutkan papa setelah aku pindah ke Jepang. Salah satunya yang kutemukan dikirim papa dari Belanda.

carte postale dari papa tahun 1997

Sayangnya aku dan Gen tidak bekerja di bidang yang “global” dan mengharuskan pergi ke negara-negara lain di dunia. Sehingga kebiasaan mengirim post card ini tidak bisa aku lanjutkan untuk anak-anakku. Padahal kebiasaan ini menurutku amat bagus. Selain mengetahui pemandangan di luar negeri, juga sekaligus bisa mengumpulkan perangko dari negara-negara lain. Memang jaman sekarang untuk mengetahui kabar cukup dengan email, atau FB, twitter dan SNS lain. Gratis tanpa perlu membeli kartu pos dan perangko. Tapi tetap rasanya lain menerima email dan menerima kartu pos.

dua kartu pos yang kemarin kami terima

Dan, kemarin tepat pada hari ulang tahun Kai, kami menerima 2 kartu pos yang sangat menggembirakan. Satu dari Andrew dengan pemandangan San Fransisco, serta satu lagi dari Legio Maria gereja Kichijouji yang memberikan selamat ulang tahun ke 6 kepada Ignatius Kai Miyashita. Ah, perhatian kecil seperti ini amat sangat menyenangkan hati.

kartu pos dari Andrew

Kamu pernah membeli dan mengirim kartu pos? Aku cukup sering membeli kartu pos, terutama jika tidak bisa atau tidak yakin hasil fotoku memadai. Paling tidak untuk koleksi.

 

 

Iklan

3 comments on “Carte Postale

  1. thanks again ya mbak buat postcard nya. kemaren yang di dalem paket juga tuh. postcardnya gambar museum di russia. jadi sekalian buat ditempel di bagian europe karena andrew belum punya postcard dari russia. hehehe.

    emang postcard2 gini bagus juga ya buat kenangan.

    lagian ternyata kalo udah kuno bisa dijual lho mbak. banyak kolektor postcard vintage ternyata. hahaha.

    • sama-sama…..
      Wah aku malah ngga tau bahwa postcard yang aku selipin itu dari Russia hehehe. Aku dapat banyak dari teman yang dipercetakan sih.

      Hmmm postcard vintage ya… aku punya ngga ya 😀

  2. betul, udah jarang banget kartu pos dipake..
    sekarang lebih banyak via internet.
    tentu ‘rasa’ berbeda ketika dapet surat atau kartu pos.. lebih personal kalo aku bilang sih. lebih istimewa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s