Jadi Monsieur itu Susah!

“Jadi Lelaki itu Susah” atau bahasa Jepangnya “Otoko wa tsurai yo” merupakan film komikal kehidupan Jepang terkenal di seluruh dunia yang menceritakan soal pejalan yang bernama Torajiro. Aku pun ingat pernah menonton film Torajiro ini pertama kali di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta tahun 1988-an, selain film Kurazawa Akirayang “Seven Samurai”, “Ikiru ( To Live)” dan pertama kali juga mengenal aktor Takakura Ken dengan filmnya ”Shiawaseno kiiroi hankachi – Saputangan Kuning Pembawa Bahagia”.

Kenapa judul postinganku hari ini justru berjudul “Jadi Monsieur itu Susah” bukannya “Jadi Lelaki itu Susah”?
Ya, ini adalah komersial atau iklan sebuah minuman yang bernama “Orangina” yang merupakan parodi dari Si Torajiro. Pemeran Torajironya Richard Gere sebagai orang Perancis, sehingga iklan ini diberi judul ”ムッシュはつらいよ”.  Ada beberapa sekuel yang menggambarkan keabsurbannya Monsiur, yang selalu ditertawakan anak kecil kribo, yang kurasa justru maskotnya orangina (belum ketemu tuh namanya siapa :D).

mau lihat bagaimana iklannya? Silakan klik gambar di atas 😀

Tadi pagi di TV ada lagi iklan itu. Ceritanya si Monsieur minta tolong pelayan untuk memberikan minuman ke wanita muda yang duduk di tempat lain di sebuah Cafe. Tapi pelayan itu salah kasih ke seorang wanita yang lebih tua di meja sebelahnya. Dan si wanita tua itu menyambut pemberian sehingga… tentu saja harus berkomunikasi dengan dia. Terpaksa deeeeh. Si anak kecil kribo ini menertawakan situasi ini. Lalu Riku bertanya, kenapa sih anak itu ketawain?
Hmmm rupanya dia belum mengerti jalan cerita iklan itu. Lalu aku jelaskan,

“Si Monsieur itu kan mau ‘menggoda’ (nampa ,mendekati) gadis cantik itu, dengan mengirim minuman lewat waiter. Tapi si waiter salah kasih”
“Tapi kan bagus dia kasih ke wanita yang lebih tua, kan seumuran dengan monsiur itu”
“Hahaha Riku, namanya LELAKI itu, selalu suka dan perhatian pada wanita yang LEBIH MUDA. Jadi jarang sekali ada pria yang suka dengan obasan atau obaasan :D. Nanti kalau Riku besar juga, akan lebih suka dengan wanita yang lebih muda deh… Itu sudah psikologinya laki-laki…”
“Ngga ah, kalau sudah menikah kan tidak bisa suka pada yang lebih muda…” (Jreeeng!)
“Mungkin saja, tapi namanya manusia ada kalanya melihat wanita muda yang cantik kemudian tertarik. NAH suka saja boleh, tapi jangan lebih dari itu. Selalu ingat pada istri yang sudah kamu pilih sendiri kan? Kamu kalau jadi ojiisan (kakek-kakek) juga mungkin suka pada wanita muda. Wajar tuh. NAH kebalikannya wanita itu biasanya lebih suka pada ojisan ojisan 😀 yang lebih tua. Tau kenapa? Karena yang ojisan itu punya duit biasanya. Jadi mau aja kalau ada ojisan yang suka padanya 😀 Makanya kadang-kadang Riku lihat sendiri kan di TV banyak perempuan bunuh pacarnya yang ojisan untuk dapat uangnya. Riku udah gede jadi mama kasih tau ini. Tapi itu UMUMNYA, tentu tidak semua”
Dan Riku diam saja, sambil menunggu iklan yang sama untuk dia perhatikan :D. Tapi sampai dia harus pergi sekolah, iklan itu tidak muncul.

>Riku (10th) dalam dua minggu ini memang terasa sekali dewasanya. Berawal dari Senin tanggal 4 Maret. Seperti biasa aku harus mengajar bahasa Indonesia malam hari di Sekolah RI Tokyo. Biasanya Riku dan Kai ikut, lalu aku titipkan pada Mas Syarif, penjaga SRIT. (Cerita tentang mas Syarif ini juga lucu, rupanya dia sudah mendengar suaraku 14 tahun lalu waktu aku jadi DJ siaran Radio di InterFM, jadi dia sudah kenal aku, padahal akunya baru ketemu dia tahun lalu). Tapi tanggal 4 kemarin dia bilang dia mau coba tinggal di rumah sendiri. Apalagi papanya berjanji akan pulang cepat sehingga waktu dia sendirian di rumah tidak begitu lama. Jadi sudah 2 kali dia tinggal di rumah sendirian malam hari.

Selain itu hari Minggu kemarin dia membuat kami terkejut lagi. Sekitar pukul 4 kami mau mulai makan malam (karena belum makan siang jadi sekaligus makan malam saja supaya bisa tidur cepat). Tapi sebelum itu kami harus kembalikan DVD pinjaman dari Tsutaya (Rental DVD). Lalu tiba-tiba Riku berkata, “Udah biar aku sendiri saja naik sepeda mengembalikan DVD itu…” Kami berdua bengong, soalnya cukup jauh tempatnya ….. Duh Riku tanomoshii… (Bisa diandalkan). Sekalian saja aku titip beli susu di toko konbini. Setelah dia kembali, karena kami berdua minum wine, Riku bilang, “Aku juga mau minum dong… ” Jadi aku suruh dia beli minuman soft drink untuk dia dan adiknya. Tapi karena kami juga mau makan snack, akhirnya aku berikan uang 1000 yen dan berkata, “Ini uang 1000 yen boleh kamu belikan apa saja, soft drink, snack, coklat atau kacang-kacangan. Terserah. Kamu kan sudah bisa berhitung jadi boleh beli apa saja maksimum 1000 yen. Dan dia kembali dengan 1 botol Coca cola besar, potato chips, krupuk Happy Turn’s dan salami + kembalian 192 yen. Wah dia sudah hafal kesukaan papanya, salami :D. Untuk “upah”nya dia mendapat kembaliannya 192 yen untuk uang saku :D(Dan Gen berkata, “jangan sampai lain kali kamu cuma belanjakan 300 supaya bisa dapat semua kembaliannya ya hahahahhaa”)

Ahhh anakku ini sudah besar, dewasa dan tanomoshii

Pelajaran kelas 4SD nya Riku, dengan hari ini tinggal 3 hari. Besok kami libur di Jepang untuk merayakan Spring equniox, Shunbun no hi 春分の日, higan di musim semi. Seharusnya kami pergi nyekar, tapi papa Gen musti pergi dinas ke Sendai, jadi kami di rumah saja. Semoga hari minggu papa Gen tidak usah ke kantor, sehingga kami bisa pergi ke Yokohama untuk nyekar. Dan hari Jumat adalah hari terakhir Riku sekolah. Tahun ajaran baru dia akan naik kelas 5, dan kelasnya akan diacak… semoga dia dapat teman-teman yang baik, juga guru yang baik, karena kelas 5 dan 6 tentunya lebih susah dan lebih butuh konsentrasi untuk belajar. Soal bimbel, dia akan mengikuti test dulu pada hari sabtu untuk menentukan kelas mana yang cocok untuknya. Well, mulai April harus lebih giat belajar! Demikian juga denganku 😀 belajar menjadi istri orang Jepang yang kyoiku mama 😀

Kyoiku mama (教育ママ kyōiku mama?) is a Japanese pejorative term which translates literally as “education mother”. The kyōiku mama is a stereotyped figure in modern Japanese society portrayed as a mother who relentlessly drives her child to study, to the detriment of the child’s social and physical development, and emotional well-being…. see more

Oh ya ternyata, postingan kemarin itu angka cantik loh! Posting ke 1234! Lalu kemarin juga bisa mencapai komentator dengan angka cantik 25252 yaitu Niie, yang berkomentar di Setengah Dewasa!

Lalu membuatku teringat bahwa TE akan berusia 5 tahun! Perlu dipikirkan acara khusus nih :D. Ada saran? 😉

 

Iklan

17 comments on “Jadi Monsieur itu Susah!

  1. tadi pertama baca judulnya, kupikir: “jadi monsinyur itu susah” 😀 😀 e… ternyata cerita tentang Riku.

    anak-anak itu kenapa ya rasanya begitu cepat besar. aku suka heran juga loh lihat anak-anaknya temanku. tiba-tiba kaget sendiri, kok si X udah SMP sekarang? kok si Y sudah kelas 6? ya ampun…

    dan sekarang Riku sudah mau kelas 5 ya? astaga…. cepet bener! dulu perasaan ketemu riku masih TK bukan ya? secepat itukah waktu berjalan? ikut senang baca cerita tentang Riku. 🙂

    Hahaha, memang jadi monsinyur susah sih hehehhe
    Yup Riku sudah mau kelas 5 ajah… Dan TE akan berusia 5 tahun juga 😀
    EM

  2. Tapi anak laki2 umur segitu memang udah bisa di andalkan ya bu.
    adik sepupuku jg begitu, waktu pertama kali ngerasain dia udah mulai bisa di andalkan dan ingin melakukan sendiri..rasanya aneh tp jg seneng.

  3. Riku udah gedeee. Wah bentar lagi pacaran Mba Em kalo anak-anak di sini. Hihihi.
    Semakin dewasa dan semakin bisa diandalkan ya. Kalau seperti itu sebagai orang tua sebenarnya lebih tenang atau malah lebih banyak pikiran ya Mba Em?

  4. di usia Riku yang ke-10 dan kelas 4 SD hmm … sudah bisa diandalkan,
    jadi gak sabar, setahun lagi si abang 10tahun, kira2 dia akan seperti Riku yang sama2 anak sulung gak yaaa … pasti yg jadi orang tua ngarep yah punya anak bertabiat macam Riku gini, easy to handle …. pengertian pula … tapi emang gitu kok anak2 Pisces *tsaaahhh ikutan ge er hahaha*

  5. Riku sudah bisa diajak bincang2 topik cukup berat ya mbak, sekalian penanaman nilai keutamaan.
    Dan mbak EMpun menjalankan peran kyoiku mama, senadakah dengan ibu putra bangsa?. Selamat menyambut kenaikan kelas anak2 lanjut berlibur. Salam

  6. Gak trasa ya, Riku udah mau kelas 5 euy….
    Makin besar anak memang bisa jadi andalan orang tuanya nih. Sama kayak aku dulu sering disuruh ke warung atau suruh nyapu hahaha…

  7. the child’s social and physical development, and emotional well-being …

    Ini keren banget …
    tiga dimensi sangat diperhatikan … fisik – sosial dan emosional

    Hal ini bisa dijadikan contoh untuk ibu-ibu (juga Bapak-bapak tentu) … di Indonesia …

    salam saya EM

    (BTW lima tahun ngeblog ??? … wah mau bikin apa ya EM enaknya ???)

  8. Wah, kalau Riku udah makin besar pastinya makin asyik karna bodyguard nya mba Imelda nambah 1 lagi.

    Btw, orang Jepang walopun udah modern banget tapi budaya Timurnya masih menonjol banget yah, apalagi lewat Kyoiku Mama… Hebat, mba..

  9. Betapa cepat anak-anak kita bertumbuh tanpa kita sadari ya, BuEm. Gantengku hampir berusia 11 th dan rasanya sudah begitu dewasa 😀 Sikap dan perilakunya. Duuhh, antar senang dan cemas yaa 😀

    Woow, pasti ada yang seru-seru nih menyambut 5 th TE 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s