Jual Minyak a.k.a ngeRumpi

Kemarin dalam perjalanan pulang dari TK aku sempat merasa sebal dengan dua pasang ibu-anak yang bercakap-cakap di tengah jalan. Memang yang satunya naik sepeda, sedang yang satunya lagi berdiri di tengah jalan. Dan memang di tengah jalan, sehingga menyulitkan pengendara sepeda lain untuk lewat. Langsung aku terpikir: “HUH Ibu-ibu ngegossip aja pagi-pagi… Abura-uru!”

Abura = minyak, sedangkan uru atau uri = menjual. Harafiahnya jual minyak, tapi arti sebenarnya adalah membicarakan topik-topik aktual saat itu. Asal kata ini memang berasal dari Jaman Edo, yaitu penjual minyak “Abura” yang dipakai untuk rambut. Karena kental, maka kalau pedagang menuangkan minyak ke wadah pembeli butuh waktu yang cukup lama. Dan itu dipakai untuk berbicara ngalor-ngidul.  Jadi memang benar dulu berasal dari penjualan minyak.

Lalu sekarang apakah tidak bisa pakai Abura wo uru 油を売る untuk penjualan minyak? Hmmm masalahnya abura, minyak untuk rambut itu sekarang sudah tidak pakai. Kalaupun pakai pasti sudah berbentuk krim, sehingga memakai istilah bahasa Inggris : hair cream ヘアクリーム. Lalu untuk minyak yang lain juga mempunyai nama-nama khusus lainnya. Misalnya minyak goreng pakai Salada Oil サラダオイル. minyak tanah toyu 灯油, dan gasoline untuk bensin.

Jangan biasakan “jual minyak” pagi-pagi ya bu….

江戸時代、髪の油を売る商人が、婦女を相手に長々と世間話をしながら、油を売っていたところから転じた。 ただ、油は粘性が高く、柄杓を使って桶から客の器に移すにも雫が途切れず時間がかかるため、怠けようと世間話をしていた訳ではないようである。

One comment on “Jual Minyak a.k.a ngeRumpi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s