Selamat Tinggal

Mentang-mentang hari ini adalah hari terakhirku berusia 44 tahun, aku mau menuliskan “Selamat Tinggal” kepada si 44 yang telah menemaniku selama ini. Banyak yang telah terjadi dalam satu tahun yang telah lewat, termasuk yang paling besar pengaruhnya pada diriku yaitu kehilangan mama. Kalau tahun lalu mama masih menyelamatiku di telepon, tapi tahun ini aku tak bisa mendengar suaranya lagi. Ya, hampir satu tahun mama dipanggil Tuhan, tapi rasa kehilangan itu masih ada dan pasti terus ada. Kenangan tentang mama akan selalu berada dalam hatiku.

Setelah hari Sabtu aku beristirahat di rumah karena aku kurang enak badan, siang tadi kami berangkat dari rumah pukul setengah dua siang. Kami janji untuk bertemu bapak dan ibu mertuaku di rumah mereka di Yokohama. Ini merupakan kunjungan pertama kami ke rumah mereka pada awal tahun karena kami melewatkan tahun baru di Jakarta. Bukan, bukan untuk menagih otoshidama atau angpao :D, karena anak-anak malah sudah menerima angpaonya sebelum pergi ke Jakarta. Tapi merupakan kewajiban kami untuk sowan kepada orang yang lebih tua, bukan?

Pintu utama Jalur Toyoko, Stasiun Shibuya

Untuk pergi ke rumah mertua, jika tidak naik mobil, kami harus melewati stasiun Shibuya. Stasiun yang ketiga atau keempat terbesar dalam jalur Yamanote line setelah Tokyo, Ueno dan Shinagawa. Dan dari Stasiun Shibuya kami harus menaiki jalur Toyoko Line. Stasiun dan jalur kereta yang akrab denganku karena sejak aku datang ke Jepang 20 tahun yang lalu, aku selalu menggunakan jalur kereta ini. Dulu aku tinggal di 4 stasiun sesudah stasiun Shibuya.

Dan kami memang harus mengucapkan “Selamat tinggal” kepada stasiun Shibuya, jalur Toyoko Line ini. Karena pada bulan Maret nanti stasiun ini akan ditutup, dimusnahkan. Karena jalur Toyoko Line akan disambung dengan jalur Fukutoshi Line yang bersambung dengan Yurakucho Line, sehingga stasiunnya akan dijadikan satu di bawah tanah, tidak perlu berhenti di atas, di stasiun yang biasanya. Karena itu Gen ingin sekali mengajak kami semua untuk melihat stasiun itu terakhir kali dan mengambil foto. Sedih juga melihat pemandangan yang telah akrab di mata ini akan hilang untuk selamanya. Tapi semua tidak ada yang abadi, baik yang bernyawa apalagi yang tidak bernyawa. Sedangkan umurpun tidak statis, dia akan bertambah terus dan akhirnya…. berhenti suatu waktu.

Selamat tinggal usia 44th juga stasiun Shibuya. Terima kasih kenangan selama ini. Semua akan tersimpan dalam hati dan pikiranku, sampai aku mati tentunya.

Iklan

18 comments on “Selamat Tinggal

  1. Datang Lagiiii …

    Saat ini di Jakarta 14 Januari 2013. Jam 05.30

    Selamat Ulang Tahun untuk Imelda
    Selamat Ulang Tahun untuk Om Gen

    semoga sehat dan berbahagia selalu

    salam saya

  2. ikut merasa sedihnya kalau Mbak Imelda masih suka teringat mama tercinta. Walaupun tahun ini masih merasa kehilangan, tapi semoga Mbak Imelda selalu dilimpahi cinta dan kebahagiaan bersama teman dan keluarga ya. Happy birthday!

  3. Saya blom sempat datang, eh Sta.Shibuya malah udah mo raib ๐Ÿ˜€

    Waktu cepat sekali berlalunya ya mbak, tau2 udah menyambut angka 45 aja.
    semoga sehat selalu ya mbak, dan banyak rejeki biar bisa sering2 mudik hehehe

  4. 14 januari umur 45 tahun (nyanyi gaya 17 agustus tahun 45 xixixixix) otanjobi omedetooo mommy ๐Ÿ˜€

    foto nya kaiii looh ga kukuuu gayanya :))

  5. Selamat ulang tahun ya Imelda. Semoga semuanya lebih indah di usia yang akan ditempuh ini. Teladan dari Ibu adalah warisan terbesar yang akan terus diturunkan ke generasi berikutnya. Aku suka melihat foto stasiunnya (tentunya dengan modelnya yang keren-keren hehehe…), …entah kapan Indonesia punya transportasi publik yang lebih baik ya…

  6. Mengiringi pengucapan syukur kelg Miyashita, selamat ulang tahun sambut 45 penuh keindahan mbak EM, juga untuk Gen senseii serta kembaran beliau. Salam

  7. sudah baik tapi perkeretaapian di jepang tetap diperhatikan dan difikirkan agar lebih efektif ya mbak. keren.

    dan karena udah lama postingan ini pasti mbak imelda udah ultah dong yak. Selamat ulang tahun mbak imelda, semoga umurnya semakin berkah dan selalu sehat serta bahagia ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s