Eco Life Check

Judulnya keren ya! Ini adalah suatu usaha dari kelurahanku tempat kutinggal, untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan pemanasan global. Tahun ini mereka memakai cara yang sama dengan dua tahun yang lalu, yaitu meminta 40.000 warga kelurahan kami untuk menjawab angket. Dengan bekerjasama dengan sekolah, setiap murid membawa “Eco Life Check” untuk didiskusikan bersama keluarga dan menjawabnya bersama. Dan Riku membawa lembaran itu sebagai PRnya. Tadi pagi aku tanya apa PRnya, ternyata angket itu. Huh, mestinya jawab sama-sama tuh! Tapi aku cek saja jawabannya dia dan menemukan satu kesalahan, yaitu bahwa mamanya selalu membawa tas belanja sendiri. Ya tentu saja Riku tidak tahu, karena aku selalu pergi belanja sendiri, tidak pernah bersama anak-anak. Tentu saja aku bawa, karena dengan membawa My Bag, kami mendapat potongan 2 yen setiap belanja. Emak-emak gitu loh, kudu dijabanin dong 😀

Dulu waktu aku masih single, aku tidak merasa perlu berhemat. Tidak pernah merasa menyesal jika melewatkan kesempatan-kesempatan diskon, atau dengan sengaja mencari toko-toko yang lebih murah untuk membeli bahan yang sama. Well, sebagai emak-emak aku juga semakin pelit lah. Masakan sisa aku olah lagi supaya menjadi masakan baru dong. Misalnya kemarin dulu ada roti kering yang tidak termakan, aku rendam dengan susu lalu campur daging giling, jadilah perkedel panggang. Tapi sisa, jadi sisa perkedel aku potong-potong sebesar dadu, lalu masukkan makaroni, susu, telor, keju lalu jadi makaroni panggang. Ini pasti habis! hehehe. 

Apa saja yang ditanyakan pada lembar “Eco Life Check” itu?:    O = ya           X =tidak      ( bisa mengurangi….. gram CO2/hari)

1. Sudah mengurangi melihat TV atau bermain game? (17 gram )
2.  Mematikan lampu kamar yang tidak ada orangnya? (19gram)
3. Mencabut steker listrik alat-alat yang lama tidak dipakai? ( 62 gram)
4. Mandi dan berendam berurutan sehingga air panas bisa langsung dipakai  tanpa harus memanaskan lagi? (231gram)
5.  Tidak lupa mematikan keran shower? (82gram)
6. Memilah sampah, dan menggunakan barang yang masih bisa dipakai (recycle)?(47 gram)
7. Tidak menyisakan makanan? (90gram)
8. Tidka membiarkan keran menyala terus waktu menyikat gigi? (26 gram)
9. Waktu berbelanja memakai MyBag, daa tidak memakai plastik kresek? (37 gram)
10. Membawa MyBottle kemana-mana? (56 gram)
11. Waktu pergi ke tempat yang dekat, tidak memakai mobil, tapi berjalan kaki atau bersepeda? (350 gram)
12. Mempunyai waktu untuk  bersama keluarga? (73 gram)

pertanyaan Eco Life Check dari kelurahan kami

PR ini lalu dikumpulkan kepada gurunya, untuk diteruskan ke kelurahan. Menurut selebaran yang kami terima, hasilnya akan dihitung dan dianalisa, kemudian akan dilaporkan sekitar bulan Februari, dan juga dimuat di website kelurahan. Well, memang kalau kita melihat setiap satu usaha yang kita lakukan itu memang kecil gram nya. Tapi kalau ada 40.000 orang mengurangi 10 gram saja, berapa jumlahnya? Besar kan?

Sttt semoga saja kami bisa melaksanakan check list ini setiap hari. Karena hari-hari semakin dingin, maka listrik dan gas yang kami pakai untuk pemanas tentu semakin bertambah. Dan aku senang karena tadi sebelum makan malam, Riku mengecek pemakaian listrik kami, dengan mematikan lampu kamar, lalu kami bertiga berkumpul di meja makan untuk makan malam, dan mengerjakan pekerjaan masing-masing (Kai menggambar dan Riku bermain DS) , dan…. mematikan TV. Ah aku suka sekali suasana seperti ini, yang ntah sampai kapan bisa kami pertahankan.

Iklan

23 comments on “Eco Life Check

  1. aaak… terharu Mba Em… emang hal-hal kecil sangat berarti. Saya udah lama ga nonton tivi. trus lamou ruangan yang ga dipake kudu mati. pokoknya bener-bener teliti lah.
    tapi upaya kelurahannya buat koordinir luar biasa bangeeetttt…

  2. Sangat menarik sekali apa yg dilakukan oleh pemerintah disana, tidak hanya “pendai” menghimbau dan menghimbau saja, dengan eco check tanpa disadari akan merubah perilaku, minimal bagi keluarga yang mengisinya. makasih sharingnya mbak.

  3. anak nya hemat mami papi nya senaaang karena biaya listrik menurun 😀 efek nya ga panas dah 🙂 …. cobaa di indo ada kaya gt hahahhaa… kayanya disini boros d… termasuk aku :)) aku ga suka temapt gelap jadii selalu menyalakan lampu :)) even di kost 😛 lalu kalo mandi suka bak mandi nya penuh dan kalo mandi selalu ada suara air 😛 hahahhaah termasuk kalo pake shower meski lagi shampoan ato sabunan airnya ngalir :)) hahhahaa ga ngebayangin kalo punya rumah ndiri bayar air ama listriknya berapa tuuuh… ga mungkinkan nyalain kompor terus menerus jadi gas mungkin ga gt berasa tapi listrik ama air yang berasa :(( boroooos yaaa aku… belom lagi kalo belanja suka minta di double plastik nya supaya ga jebol kalo naek motor… belom ada yang budaya pake tas sendiri kaya di luar… hmmm niatnya go green tapi setelah kek gn kok berasa ga go green yaa >.<

  4. oh kalo di sana kalo bawa tas belanjaan sendiri dikasih diskon ya mbak?
    kalo disini, baru di city of santa monica sih (di LA katanya juga bakal diberlakukan mungkin next year), kalo gak bawa tas belanjaan sendiri dan minta paper bag dari supermarket dicharge 10 cents. 😀

  5. kalau di tempat saya ngga diajarkan pakai angket kemarin..
    tetapi dari komunitas lantan bentala mengadakan penyuluhan di kelas-kelas, kami lebih menekankan pada penggunaan my bag dan my bottle supaya mengurangi banyaknya sampah plastik di luar.

  6. Aahh.. kapan yak di pontianak dapet diskon kalau pake tas sendiri.. kalau disini bukannya di diskon.. malahan kita dipandang aneh dan dipaksa paksa supaya pake 😦

  7. Salut deh mbak dengan kesadaran Jepang untuk perhatian akan hal-hal remeh temeh keluarga. Kalau di Indonesia pasti diketawain masa mandi air panas harus berurutan aja disurvey.
    Aku juga sudah mengajarkan Vay untuk berhemat listrik, pelan-pelan….

    Kalau hemat, itu aku juga… 🙂

  8. Luar biasa Mbak EM, disini soal sadar lingkungan hampir tak pernah terdengar. Kalaupun ada, hanya segelintir orang yang mengadakan acara sadar lingkungan, itupun mungkin…. setahun sekali 😛

  9. Banyak yang mbak tuliskan di daftar Eco Life check itu biasa kami lakukan sehari hari mbak dgn suami, saya yang belajar dari suami mbak 🙂

  10. Apresiasi dengan sosialisasi eco life yang sungguh memasyarakat.
    Senarai tindakan dan pengurangan emisi CO2nya apik dengan kuantifikasinya.
    Wah pengurangan emisi terbesar melalui pengurangan penggunaan BBF (no 11).
    Salam eco-life mbak EM.

  11. nomor 11 itu yang masih nggak disiplin…..
    mau jalan kaki.ke minimarket dekat rumah, ntar pulangnya berat bawa belanjaan he..he.., terpaksa keluarin kendaraan deh….

  12. Wah..Riku mah udah gede ya,,dah ngerti pelajaran dan bisa diterapin dalam kehidupan sehari-hari. Emang nonton Tv ditengah-tengah keluarga yang lagi ngumpul tapi ngerjain tugasnya sediri-sendiri paling bikin sesek emak-emaknya,,,pasti sang bapak asik dengan Tabletnya, anak perempuan asik dengan Pr atau malah ama Blackberrynya si kecil dengan mainannya dan sang emak di mana?? Asik bengong melayang menatap Tv yang nyala… kumpul keluarga paling asik emang TV dimatikan,,,, Time to Turn Off The TV

  13. 11. Waktu pergi ke tempat yang dekat, tidak memakai mobil, tapi berjalan kaki atau bersepeda? (350 gram)

    Wah ini paling besar sepertinya
    Sekalian olah raga … biar sehat

    salam saya EM

  14. wah kereeen!
    aku sih sebisa mungkin bawa tas belanja sendiri. sayangnya di sini tidak ada diskon bagi yang bawa tas sendiri. tapi kan niatnya nggak nyari diskon, tapi untuk ramah lingkungan. 🙂

    btw, daftar itu sangat inspiratif 🙂

  15. Di supermarket dekat rumah, tiap bawa plastik sendiri saat belanja dikurangi 2 yen dari total belanjaan, mbak. Lumayanlah penggematan tiap belanja 🙂 Tapi, jadi penasaran, di Chiba ada gak yah check list kayak gini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s