Personal Touch #1

Karena sesungguhnya pertemuan dua hati tidak dibatasi oleh tempat, waktu dan kwantitasnya. Tapi oleh keinginan dan pengertian dari kedua belah pihak. (IEVCM)

Setelah mengadakan kopdar pada tanggal 10 Agustus di Pasaraya Blok M, keesokan harinya aku bertemu dengan dua orang blogger. Yang satu belum mantan (semoga) meskipun sedang hiatus cukup lama, sedangkan yang satunya blogger aktif penulis masalah sosial yang memang cukup vokal menurutku. Vokal dalam arti semua pemikirannya ditumpahkan dalam blog, yang mungkin bagi sebagian orang akan dicap sebagai radikal. Tapi aku pribadi lebih banyak setujunya, meskipun aku mungkin tidak bisa menulis seperti dia.

Si “vokal” satu ini adalah Pito. Cukup lama aku mengenalnya, dan setiap aku pulkam kami juga cukup sering bertemu. Terakhir (mungkin tahun lalu) dia datang ke rumahku pas aku sedang packing untuk pulang. Dan dia ikut membantuku packing menghadapi koper-koper yang perlu diisi. Dengan dia, selalu bebas, dalam arti jika pas waktunya, “Nte.. aku ke rumah ya…” “OK…” atau aku akan mengajak dia bersama-sama bertemu temanku jika aku sudah ada janji sebelumnya. Dan dia akan dengan “anteng”nya duduk bersama kami, tidak pernah merasa kikuk. Malah sebaliknya aku sering dibantu menangani anak-anak.ย Kadang aku suka heran, Pito ini bisa menjadi baby sitter yang baik :D, bahkan baik sekali.

Hari itu aku janji bertemu dengan Reti dan Moza di Senayan City. Reti sulit mengikuti acara yang diadakan pada sore/malam hari karena harus keluar dengan Moza berdua saja. Tahun lalu, dia datang bersama om-nya ke acara kopdar Pasaraya. Tapi Om-nya yang sudah akrab juga dengan kami sudah meninggal dunia, sehingga tidak ada lagi yang menemani Reti bepergian. Aku tahu betapa shock dan kehilangannya Reti ketika om nya meninggal. Apalagi sebulan setelah itu bapaknya di Surabaya juga kena stroke. Untunglah sekarang bapaknya sudah mengalami kemajuan dalam rehabilitasinya.

Aku sebenarnya merasa bersalah, meminta Reti dan Moza yang mendatangiku ke Senayan City. ‘Secara’ aku hanya butuh waktu 5 menit sampai di Sency, padahal Reti membutuhkan waktu 1,5 jam menembus kemacetan dari Bekasi ke Sency. Seharusnya aku yang mendatangi dia, tapi aku ‘buta’ sama sekali daerah Bekasi. Kelapa Gading saja aku tidak tahu ๐Ÿ˜ฆ Dan Sabtu itu aku tidak ada supir yang bisa diandalkan untuk mencari alamat karena papa juga ada acara di gereja. Peringatan ulang tahun paroki kami yang ke 60, sehingga papa yang termasuk dalam Dewan Paroki harus ikut sibuk wara-wiri. Benar-benar aku menyesal tidak memilih tempat yang lebih dekat dengan kediamannya. Sebetulnya tempat mana sih yang asyik buat ketemu, yang di tengah-tengahnya Kebayoran dan Bekasi (Barat)? ย Ada usul tidak? Untuk lain kali ๐Ÿ˜€

Tapi, sesuai dengan judul postinganku, dengan bertemu hanya sendiri atau berdua, terasa lebih akrab. Ada personal touch, ada ikatan batin yang lebih dekat, meskipun waktunya tidak sampai berjam-jam. Kami bisa bicara dari hati ke hati, sambil menikmati makanan, apalagi Pito membawa Moza jalan-jalan ke luar menonton TV sebesar kamarku di Jepang ๐Ÿ˜€ sambil lesehan ๐Ÿ˜€ Untung aku tidak ada di situ, jadi tidak bisa ambil foto ketika Pito dan Moza lesehan berdua ๐Ÿ˜€ Dan waktu yang mereka berikan padaku dan Reti cukup lama, sehingga kami benar-benar bisa bercerita tentang macam-macam. Yang pasti aku kagum pada keputusan Reti untuk membesarkan anaknya sendiri, tanpa pembantu dan baby sitter. Hebat! Memang konsekuensinya, kami tidak banyak bisa melihat update status di FB atau di blognya. Tapi itu tak mengapa, semuanya kan tergantung prioritasnya. Dan Reti lebih memprioritaskan keluarga terutama Moza. Aku angkat topi untuknya, karena tidak banyak yang bisa dan mau. Aku dukung dari jauh ya Reti dan Pito! Terima kasih untuk waktu dan kesediaan untuk bertemu, penuh dengan sentuhan pribadi yang mewarnai liburanku kali ini.

 

Reti-Aku dan Moza. Pito yang ambil fotonya, dengan BB. Karena aku dan Reti lupa bawa kamera ๐Ÿ˜€

 

 

Iklan

18 comments on “Personal Touch #1

  1. Salut buat mba Reti. Habis ini mampir deh ke blognya. ๐Ÿ™‚
    Kalo tempat ketemuan yang ditengah-tengah dimana ya Mba Em ya. Di Jakarta kemana aja macet ya.

    Baru buka blognya Pito juga. Hmm. Dbaca dulu ya Mba Em.
    Btw makasih linknya… ๐Ÿ™‚

  2. tumben mbak imelda nggak bawa kamera… hehe
    aku juga salut tuh sama perempuan yang membesarkan anak tanpa bantuan baby sitter. pasti repot! angkat topi juga untuk reti. juga buat pito yang bisa jadi baby sitter yang baik. mungkin sesekali reti bisa mengundang pito ke rumahnya sana untuk jadi baby sitter hehehe.

    btw, kayaknya lokasi tengah-tengah itu bisa di kelapa gading atau rawamangun hihihihi… :p

    Iya buru-buru berangkat 30 menit sebelumnya, karena mau belanja dulu. Pas sampai di sency…yaaah ngga ada kamera ๐Ÿ˜ฆ Untung ada BB tapi hehehe

  3. Keputusan untuk membesarkan anak sendiri ini patu dipujikan …
    memang merepotkan … tetapi merepotkan yang membahagiakan …

    salut untuk Reti …

    And … This is the beauty of blogging

    salam saya

  4. salut ya buat Reti…, dan Pito juga…,aku belum kenal keduanya..
    hi..hi..aku kayak Reti ya yang nggak bisa keluar malam..

    tempat yg cocok di tengah buat orang dari Bekasi dan buat mbak EM juga kurasa sekitar Tebet atau Pancoran aja, bisa di TIS atau sekitar pasar Tebet sekarang banyak rumah makan bagus

  5. Dalam beberapa hal, pertemuan hanya berdua jauh lebih bisa dirasakan karena lebih mudah memutuskan segala sesuatunya
    Menentukan waktu, tempat dan menu yg dijadikan teman kopdar lebih gampang diatur

  6. ceritanya jadi single parent ya mbak?
    wah, salut euy. semoga segala sesuatunya dimudahkan ya buat Reti dan Moza.

    Klo Reti di Bekasi, mbak di Senayan, paling tengah ya di Cawang ๐Ÿ˜€ kan ada tuh ah saya lupa namanya ada tempat yg banyak resto dan tempat nongkrong ๐Ÿ˜€
    atau sekalianketemuan di Metropolitan Mal yang letaknya persis di sebelah pintu tol.
    tapi klo di sana, yang enak ya yang di Bekasi xixixi

    Bukan single parent loh. Tapi tidak memiliki pembantu dan baby sitter di jaman sekarang kan termasuk jarang
    Waduh KGM dan MoI aja baru kemarin liat hahaha. Apalagi Metropolitan Mall. Maklumlah aku bukan anak Mall sih ๐Ÿ™‚

    • oh bukan toh? huaaa maap, salah paham saya ๐Ÿ˜ฆ
      maaf ya mbak Reti
      tapi tetep salutlah, hari gini ngurusin semua sendiri butuh perjuangan ekstra hehehe

  7. wanita wanita perkasa yang kubaca ๐Ÿ˜€ hebaat hebat!! semoga aku bisa kaya gt yaa…

    semangaat para mami mami ๐Ÿ˜€
    antara bekasi dan jkt?? bekasi nya mana dulu mam?? kalo dkt ama yang harapan indah mah ya gading paling deket… kalo andai deket nya daerah cikarang hmmmm saya tidak tau ๐Ÿ˜ฆ mungkin daerah gatsu situ ya….

    selamat menikmati jadi mami para wanita perkasa ๐Ÿ˜€

  8. Foto Pito mana?
    Dan Pito ini memang ringan tangan…saat adikku membutuhkan darah segar sehabis operasi jantung di RS Harkit, Pito datang tengah malam menemaniku mengoborl, dan siap diambil darahnya. Akhirnya Pito nggak jadi diambil darahnya, karena persediaan sudah cukup.

    Senang punya teman yang apa adanya, tanpa ada batasan yang membuiat kikuk…..dan bisa menikmati kebersamaan tanpa ada rasa yang berbeda.

    Pertemuan terbatas memang menyenangkan….syukurlah saya datang duluan di Pasar raya, jadi sempat mengobrol berdua dengan Imel….

  9. selalu ada pilihan dlm hidup ya Mbak EM
    dan, Reti telah menentukan pilihan yg dirasanya baik dan nyaman bagi dirinya
    salut dgn Reti
    aku belum kenal Reti, tapi aku mengagumi keputusannya …luar biasa…

    salam

  10. Suka dengan quote ini:

    pertemuan dua hati tidak dibatasi oleh tempat, waktu dan kwantitasnya

    Salam,

    terima kasih apresiasinya Bro… Karena itulah yang aku rasakan ttg pertemanan.
    EM

  11. Waduh menjadi single parent ya.. salut deh buat ibu Reti nih… semoga semuanya lancar lancar saja dan diberikan kekuatan melakukannya dengan konsisten dengan baik…

    kagum….

    BUKAN single parent, ada suaminya. Tapi jaman sekarang blogger di Jakarta kan banyak yang punya baby sitter dan/atau pembantu

    EM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s