Virtual Grave

[Pindahan Multiply]

Roger Allan Downey SJ

Tadi malam saya tidak bisa tidur. Macam-macam yang dipikirkan. Mungkin masih terpengaruh berita kematian seorang Pastor yang boleh saya anggap dia sebagai “jenius, ramah, tapi juga manusiawi”. Lah, memangnya pastor tidak boleh manusiawi? Dia toh bukan Tuhan. Pastor Downey yang meninggal tgl 26 Des yal, dikremasikan hari Jumat lalu, tgl 28 Des. Katanya, semua Pastor yang berkarya di Jepang, akan dikremasikan waktu meninggal,  kecuali mereka yang berasal dari keluarga/negara yang benar-benar tidak mengizinkan kremasi. Dan untuk kekecualian ini harus mengajukan permohonan dan ijin yang berbelit-belit. Maklum saja, harga tanah mahal di Jepang.

Anyway, Pastor terkasih ini dikremasikan, dan abunya ditaruh di Krypt (mungkin jaman dulu Katakombe) di bawah gereja St Ignatius Yotsuya. Waktu gereja baru ini dibangun, saya pernah mengikuti tur keliling dan melihat juga ruang bawah tanah gereja yang merupakan “Pemakaman”. Kalau pernah melihat Katakombe di gereja-gereja lama di Roma atau negara lainnya, biasanya jenazah akan ditaruh di dalam sebuah “Laci” di dinding. Tapi kalau ruang sebesar itu dipakai maka cuman beberapa jenazah saja yang bisa ditaruh di Krypt di gereja Tokyo ini. So, kalau disebut secara gamblang, Anda akan mendapatkan deretan lemari besar, dengan laci-laci kecil (saya lupa ukurannya) . Yah seperti Locker barang di stasiun mungkin. Abu Jenazah akan ditaruh di situ, dan bagian luarnya diberi nama pengganti nisan. Sangat ekonomis!!

Yang saya mau tulis di sini adalah suatu “keterangan” (bukan percakapan karena saya tidak bertanya-jawab langsung) dari Pastor Downey tersebut, pada waktu mengantar kami melihat Krypt di bawah gereja tersebut. Yaitu tentang Virtual Grave. Dari pembicaraan yang masuk ke kuping saya, dia pernah menyebutkan bahwa di masa depan akan memakai virtual grave di setiap laci/makam orang tersebut (maklum beliau ahli internet-internet-an). Misalnya dengan memberikan riwayat hidup, foto-foto bahkan video, sehingga pelayat atau “penyekar” ( mengacu pada orang yang mengunjungi makam untuk berdoa, dan mengenang orang yang sudah meninggal.) bisa mengingat dan mengenang kembali orang yang meninggal dengan lebih real, daripada hanya menghadapi sebuah tulisan nama atau Nisan.  Suatu hal yang sulit dibayangkan, tapi mungkin untuk masa “digital” seperti sekarang ini.

Tapi memang belum ada pemakaman yang mengembangkan Virtual Grave seperti yang dikatakan Pastor Downey ini. Dan waktu saya cari tema ini di Internet, bertemu dengan domain “myLastEmail.com” yang menyediakan jasa untuk menghubungi orang yang mau Anda hubungi setelah Anda meninggal. Hmmm hampir seperti Notaris saja yang mengurus pembagian warisan. Cuman bedanya si penyedia jasa, hanya memberitahukan kepada orang itu bahwa Anda meninggalkan pesan kepadanya yang bisa dibaca oleh dia sendiri. Seperti surat terakhir tapi dititipkan di dunia maya. Hmmmm Kalau definisinya dalam bahasa Jepang, seperti ini:

Virtual墓地の意義

第一にVirtual墓地こそ、デジタル化の進む今日に相応しいお墓ではないでしょうか。第二に経済的です。第三に便利です、写真や音声を貼付して、何時でも故人を偲ぶことができます。と申し上げても従来のお墓や宗教的行事を否定するつもりはございません。
Kalau dipikir-pikir…bisa saja membuat website sendiri, dan tulis URL nya di secarik kertas beramplop kepada orang yang dituju. Masalahnya memang …apakah surat itu pasti sampai ke tangan yang dituju. Kalau kita pakai jasa website tadi, dijanjikan pasti sampai. Tapi apa benar atau tidak, kita tidak akan tahu, karena toh kita sudah mati.

Sebetulnya inti dari semuanya adalah…orang ingin dikenang jika sudah meninggal. orang (nyawa/roh) akan kesepian kalau tidak dikenang. Tapi tanpa “Virtual Grave” seperti itu, jika kita berbuat baik, tentunya kita akan dikenang saudara/teman kita. (kalo ngga ngenang gue awas, aku samperin loh heheheh) Semuanya kembali lagi pada tindakan kita selama kita hidup.

NB: buat penerjemah bahasa Inggris-Indonesia, tanya dong kata yang tepat untuk VIRTUAL?

Dec 30, ’07 1:17 PM
for everyone

Komentar:

whitedwarf
whitedwarf wrote on Jan 3, ’08
virtual = maya ?biasanya sih…

kawaichouchou
kawaichouchou wrote on Jan 18, ’08
Hemmm..aku tak pernha tau mbak..hehehe

emimyst
emimyst wrote on Jan 19, ’08
iya sih virtual itu maya…tapi masak terjemahin Makam Maya hihihi kasian yg namanya Maya 😀
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s