Belajar Kebudayaan Sendiri

[Pindahan Multiply]

Pada waktu masih sering menjadi penerjemah untuk rombongan pemuda Indonesia ke Jepang, saya sering merasa bangga dengan pemuda Indonesia. Rata-rata di antara mereka ada yang bisa menarikan tarian daerah untuk dipertunjukkan dalam malam pertukaran budaya/resepsi (Mungkin sebelum dikirim juga ada seleksi soal kesenian ….tidak tahu juga). Dan jika tiba giliran pemuda Jepang yang harus mempertunjukkan kebolehan mereka, biasanya mereka akan “kebingungan”. Jangankan menari, menyanyi lagu yang dapat diterima orang asing pun kadangkala sulit. Kalau menanyakan pemuda Jepang, kebudayaan apa yang bisa kalian perkenalkan pada orang asing, paling-paling menjawab origami (seni melipat kertas), dan tentu saja ini tidak bisa dipertunjukkan di atas panggung.

Goo, sebuah search engine bahasa jepang mengadakan survei dengan pertanyaan “Sebagai orang Jepang, kebudayaan apa yang ingin dipelajari?” Dan dijawab dengan nomor satu : Memakai Kimono (seni memakai Kimono memang butuh keahlian tersendiri yang cukup sulit), kemudian Kemampuan Pemakaian Kanji (seperti TOIEC atau test bahasa lainnya tapi khusus Kanji Jepang), dan yang ke tiga adalah Kaligrafi.

漢検と書道で美しい日本語を 日本のアニメやゲームといったポップカルチャー、寿司などの食文化が海外で注目され「クールジャパン」という言葉が広まっています。そこで、今回は「一度は学んでみたい日本の文化」について調査を行ったところ、1位に《着物の着付》、2位に《漢字能力検定》、3位に《書道》がそれぞれランク・インしました。

Hmmm berarti tidak ada ya yang bisa dipertunjukkan di atas panggung…..

Hanya ada satu kali saya bertemu dengan pemuda Jepang yang bisa mempertunjukkan kebolehannya memainkan Nanking Tamasudare. Seni membuat bentuk-bentuk tertentu dari batangan bambu kecil seukuran yang diikat dengan tali. Dengan menggerakkan kumpulan batangan bambu itu, Dia membuat bentuk Tokyo Tower, atau Kail dll. Dan saya diminta untuk belajar sebentar kemudian bersama-sama membentuk Hati  sebagai lambang persaudaraan. Kira-kira apa lagi ya kebudayaan Jepang yang dengan mudah bisa dipertunjukkan?

Berbahagialah kita orang Indonesia yang kaya dengan tarian tradisional yang bisa dipakai untuk menghibur orang asing…..

Rombongan biasanya terdiri dari 20 lebih pemuda….saya sendiri tidak bisa menari, tapi kalo disuruh nyanyi bareng pasti bisa.

Jan 30, ’08 10:46 AM
for everyone

***************************************************************************************************************

Komentar:

ajiek
ajiek wrote on Jan 30, ’08
Wahh, dik Imelda, walaupun bukan orang Jepang, akupun jadi bingung kalau di panggung disuruh mempertunjukkan kebolehanku ….? menyanyi, nggak bisa! menari, duuhhh, mau nari kayak di club? OK, tapi tarian tradisionil, wah harus belajar dulu …, lalu apa, yah? juggle? hehehe, kalau bawa bola tenis atau apel 3 biji, aku bisa, tapi di panggung? hehehe ….., jadi, tak semua orang INA bisa tarian tradisional, dik …..

emimyst
emimyst wrote on Jan 30, ’08
iya sih mbak, ngga semua bisa menari, tapi paling sedikit dari serombongan pasti ada yang bisa. Kan tidka diminta sendiri-sendiri, biasanya per rombongan. Kalo sendiri ya jelas sulit, dan biasanya ngga ada acara tukar budaya gitu kok kalo pribadi per peribadi.

piyopikavet
piyopikavet wrote on Jan 30, ’08
ah ga jg….org indo ga sgtunya..
nyatanya skrg byk org jepang yg blajar tari indonesia..bljr nyindeen…
byk ank muda2 indonesia yg dah ga suka seni tradisonal…(trmasuk saya…)
dlm artian kita bangsa asia memang sudah terjajah oleh dunia barat..shg tradisi pun terlepas perlahan-lahan..

emimyst
emimyst wrote on Jan 30, ’08
ngga usah tradisional tapi yang menggambarkan Indonesia deh. Misalnya silat, atau nyanyi lagu daerah dengan memakai baju daerah. Kita bisa pakai baju daerah sendiri tapi orang Jepang ngga bisa pake Kimono sendiri biasanya (harus dipakaikan). Yang orang Indonesia anggap sebagai kimono biasanya adalah yukata, atau baju musim panasnya jepang.Kita dadakan disuruh bikin vokal grup aja pasti bisa karena pasti ada lagu yang bisa diketahui semua orang… orang jepang belum tentu loh

pantastic1049
pantastic1049 wrote on Jan 30, ’08
Udah lama ya netap di Jepun? Btw mana nih nggak pernah apload lagi pasca musibah MP?

emimyst
emimyst wrote on Jan 30, ’08
belum lama kok mas…baru 15 tahun aja, masih kalah sama mbak Ajiek hihihi.
Iya belum sempat rip, anak-anak keburu pada sakit semua. Ntar saya mau benahi komputer dulu, lalu mulai uplot lagi. mohon sabar 😀

pantastic1049
pantastic1049 wrote on Jan 30, ’08
emimyst said

belum lama kok mas…baru 15 tahun aja, masih kalah sama mbak Ajiek hihihi.
Iya belum sempat rip, anak-anak keburu pada sakit semua. Ntar saya mau benahi komputer dulu, lalu mulai uplot lagi. mohon sabar 😀
 

Oke dech mbak. Btw koleksi kaset yang mbak punya siapa2 tuh? Kasih beberapa aja nggak usah banyak he..e

piyopikavet
piyopikavet wrote on Jan 30, ’08
okeee…

pantastic1049
pantastic1049 wrote on Jan 30, ’08
emimyst said

Pada waktu masih sering menjadi penerjemah untuk rombongan pemuda Indonesia ke Jepang, saya sering merasa bangga dengan pemuda Indonesia. Rata-rata di antara mereka ada yang bisa menarikan tarian daerah untuk dipertunjukkan dalam malam pertukaran budaya/resepsi (Mungkin sebelum dikirim juga ada seleksi soal kesenian ….tidak tahu juga). Dan jika tiba giliran pemuda Jepang yang harus mempertunjukkan kebolehan mereka, biasanya mereka akan “kebingungan”. Jangankan menari, menyanyi lagu yang dapat diterima orang asing pun kadangkala sulit. Kalau menanyakan pemuda Jepang, kebudayaan apa yang bisa kalian perkenalkan pada orang asing, paling-paling menjawab origami (seni melipat kertas), dan tentu saja ini tidak bisa dipertunjukkan di atas panggung.

Goo, sebuah search engine bahasa jepang mengadakan survei dengan pertanyaan “Sebagai orang Jepang, kebudayaan apa yang ingin dipelajari?” Dan dijawab dengan nomor satu : Memakai Kimono (seni memakai Kimono memang butuh keahlian tersendiri yang cukup sulit), kemudian Kemampuan Pemakaian Kanji (seperti TOIEC atau test bahasa lainnya tapi khusus Kanji Jepang), dan yang ke tiga adalah Kaligrafi.

漢検と書道で美しい日本語を 日本のアニメやゲームといったポップカルチャー、寿司などの食文化が海外で注目され「クールジャパン」という言葉が広まっています。そこで、今回は「一度は学んでみたい日本の文化」について調査を行ったところ、1位に《着物の着付》、2位に《漢字能力検定》、3位に《書道》がそれぞれランク・インしました。

Hmmm berarti tidak ada ya yang bisa dipertunjukkan di atas panggung…..

Hanya ada satu kali saya bertemu dengan pemuda Jepang yang bisa mempertunjukkan kebolehannya memainkan Nanking Tamashidare. Seni membuat bentuk-bentuk tertentu dari batangan bambu kecil seukuran yang diikat dengan tali. Dengan menggerakkan kumpulan batangan bambu itu, Dia membuat bentuk Tokyo Tower, atau Kail dll. Dan saya diminta untuk belajar sebentar kemudian bersama-sama membentuk Hati  sebagai lambang persaudaraan. Kira-kira apa lagi ya kebudayaan Jepang yang dengan mudah bisa dipertunjukkan?

Berbahagialah kita orang Indonesia yang kaya dengan tarian tradisional yang bisa dipakai untuk menghibur orang asing…..

Rombongan biasanya terdiri dari 20 lebih pemuda….saya sendiri tidak bisa menari, tapi kalo disuruh nyanyi bareng pasti bisa.

15 taon koq blm lama… Btw kasih tau dong sedikit kaset yang mbak punya, tapi mesti yang langka ya?

emimyst
emimyst wrote on Jan 30, ’08
hmmm kemarin lagi liat ada PAS 4 through the sap …kayaknya pernah ada yang nyari. trus rock innovative 2, planet9, top ten hit makers slow rock. lalu msa band,exists,klarinet. ngga tau deh langka apa ngga. kalo kaset dangdut langka ngga yah hihihihi.

tembangpribumi
tembangpribumi wrote on Jan 30, ’08
Rasanya saya pernah nonton pelem tentang wanita penghibur Jepang [ apa tuh namanya mbak?], tariannya bagus lho…Ekspresif!!!

emimyst
emimyst wrote on Jan 30, ’08
hehhe mbak…itu Geisha…ngga setiap wanita bisa menari apalagi jadi Geisha. Dan Geisha itu menghibur (baca: menghibur laki-laki) dengan SENI…. termasuk art of love.

kawaichouchou
kawaichouchou wrote on Jan 30, ’08
eh iyah ya mbak..apa ya yg bisa dipanggungkan oleh orang jepang untuk kasih lihat ke orang asing ya..
yg ngetop mah manggung minum “osake” aja kalii..hehehe

emimyst
emimyst wrote on Feb 3, ’08
kalo minum osake tuh waktu hanami…. mabuk…kalo udah mabok manggung telanjang juga okeh hihihi

bajingukangukanguk
bajingukangukanguk wrote on Jan 31, ’08
Waduuhh…kalo disuruh ngasih pertunjukan gitu…bingung.
Aku bisa apa ya? Perasaan aku bisanya cuman nyela orang lain aja.Nyela penonton masuk kriteria gak ya?

emimyst
emimyst wrote on Feb 3, ’08
Makanya jangan dibiasain nyela orang…biasainnya nyerocos sambil ngelawak dunk…jadi bisa ngelawak di panggung hihihi. Tapi kamu ngelawak di Jepang juga orang ngga ngerti kalo pake bahasa Indonesia.
Paling banter nyanyi aja di panggung …nyanyi INDONESIA RAYA hihihihi (masih hapal kan????)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s