Makanan Beku

[Pindahan Multiply]

Bagi keluarga yang besar atau sulit untuk berbelanja setiap hari/waktu tertentu, makanan beku (frozen meal) merupakan pilihan yang sangat tepat. Baik itu berupa bahan yang kita beli dalam keadaan segar, kemudian dimasukkan ke dalam freezer maupun bahan yang sudah terkemas khusus sebagai frozen meal. Kalau di Indonesia mungkin kebanyakan adalah produk luar negeri seperti jagung manis, broccoli, fried potatoe atau chiken nugget dll. Sedangkan si Jepang kemasan makanan beku lebih bervariasi, mulai dari sayuran, spaghetti/segala jenis bakmi atau pilaf/nasi goreng, sampai lauk-pauk seperti kroket, ayam goreng, beef steak dan lain-lain.

Saya juga sering membeli makanan beku ini sejak melahirkan anak kedua, karena biasanya tidak ada waktu untuk memasak makan malam atau makanan untuk bento/ bekal si Sulung Riku. Dan diantaranya adalah Gyoza, yaitu semacam siomay yang berbentuk seperti harkau yang digoreng/kukus. Makanan gyoza ini berasal dari China tetapi dimodifikasi ala Jepang. Dan ternyata makanan frozen ini banyak yang dibuat dari luar negeri (baca china)yang diimpor ke Jepang. Anak saya Riku suka sekali makan gyoza sehingga hampir setiap minggu saya membelinya.

Tapi saya menjadi takut sekarang untuk membeli gyoza, atau makanan beku lain karena saat ini di Jepang sedang ramai membicarakan masalah gyoza frozen. Pasalnya sudah ada beberapa orang yang terpaksa masuk Rumah Sakit karena keracunan makanan setelah makan gyoza tersebut. Kebanyakan mereka menderita sakit perut dan muntah-muntah, bahkan seorang anak berusia 5 tahun sempat parah. Hampir sebulan setelah kejadian tersebut, barulah pemerintah mengumumkan bahwa gyoza yang mereka makan ternyata mengandung メタミドホス Methamidophos atau nama kimianya C2H8NO2PS. Methamidophos ini merupakan pestisida yang dilarang penggunaannya di Jepang karena termasuk obat keras. Obat ini tidak terdaftar di Jepang, tetapi penghasil obat ini yang terbesar adalah Jerman dengan merek Monitor atau Tamaron.Saya tidak tahu apakah petani Indonesia memakai produk ini atau tidak.

Yang pasti setelah pemberitaan kasus gyoza ini, sudah 1000 orang lebih yang melaporkan bahwa dirinya mungkin keracunan makanan karena mengalami gejala yang sama dan makan produk makanan beku tersebut. Memang menurut kesaksian korban, waktu makan gyoza tersebut tercium bau kimia, dan rasanya pahit. Untuk anak-anak mungkin tidak bisa membedakan makanan yang tidak baik karena rasa berbeda, sehingga saya juga menjadi takut memberikan makanan sembarang kepada Riku sekarang.

Belum diketahui apa yang menyebabkan obat tersebut masuk ke dalam kemasan makanan beku. Apakah pada waktu proses pembuatan (yang dikatakan kemungkinannya kecil sekali) atau memang ada orang yang sengaja memasukkan obat tersebut dalam kemasan. Tetapi yang pasti kejadian ini membuat saya lebih berhati-hati membeli produk makanan terutama yang diproduksi di China. Padahal selama ini saya tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut, karena saya anggap toh sebelum masak kita cuci dulu (untuk sayuran). Tapi biar bagaimanapun juga, nyawa manusia apalagi buah hati tidak ada cadangannya sehingga mau tidak mau, kita sendiri harus menjaga dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Komentar:

tembangpribumi
tembangpribumi wrote on Feb 3, ’08
Wis mbak..Cari amannya saja…..Jangan beli produk Cina!! Apalagi buat anak2!!! Beritanya ada di koran kemaren tuh…….Pas baca jadi kepikiran juga seh………

emimyst
emimyst wrote on Feb 3, ’08
iya…tadinya sih ngga mau prejudice…tapi kalo sampai timbul korban gitu jadi ngeri juga…

kawaichouchou
kawaichouchou wrote on Feb 3, ’08
whew…ngeri yak..aku jg kadang2 suka beli makanan beku,,tapi ga sering sich…untungnya dah lama ga suka beli makanan yg berasal dari china..

emimyst
emimyst wrote on Feb 3, ’08
kalo aku sering mega…kan belum tentu ada waktu untuk masak kalo anak rewel… untung aja yang aku sering beli cuman gyoza…ya ngga untung juga soalnya gyoza yang kejadian sih…Riku harus tahan ngga makan gyoza dulu sementara. abis gyoza ribet sih kalo bikin sendiri.

emimyst
emimyst wrote on Feb 3, ’08
oh ya dan lagi ngga ketahuan loh bahwa itu dari cina. kan belinya di co-op, jadi mereknya co-op.

kawaichouchou
kawaichouchou wrote on Feb 3, ’08
emimyst said

oh ya dan lagi ngga ketahuan loh bahwa itu dari cina. kan belinya di co-op, jadi mereknya co-op. 

untung aku dah berhenti jg langganan di co-op..yg dianterin sekali seminggu..hihihi..beli gyouza yg dri dalam aja mbak..jgn yg di co-op..:d

kawaichouchou
kawaichouchou wrote on Feb 3, ’08
btw,,,suaranya mbak pagi ini sexy berat..hahaha..sankyu ntuk callnya yak..

emimyst
emimyst wrote on Feb 3, ’08

btw,,,suaranya mbak pagi ini sexy berat..hahaha..sankyu ntuk callnya yak.. 

ihik ihik….jdi malu….

piyopikavet
piyopikavet wrote on Feb 4, ’08
wkwkwwk….gyoza….kya dimsum gtu ya???

emimyst
emimyst wrote on Feb 4, ’08
ho oh.tapi kalo dimsum kan dikukus kebanyakan. Ini campuran goreng/kukus….nah binun kan ;))
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s