Bond

Pernah tahu kelompok Bond? Bukan James Bondnya, tapi memang 4 pemain musik gesek ini cukup sexy sehingga bisa saja menjadi gadis-gadisnya Bond. Kelompok Band(?) (agak aneh kalau menamakan mereka band sih) , kelompok ini mulai populer tahun 2000, dan menurut wikipedia cukup laris sampai berhasil menjual 4 juta keping dalam bidang “musik gesek”. Kalau melihat video clipnya di Youtube, mata bisa dihibur dengan pemandangan wanita seksi, telinga dihibur dengan lagu yang riang atau mendayu-dayu, ciri khas alat musik gesek. Indera perasa hanya bisa dihibur jika kita menyiapkan sendiri secangkir teh hangat… hmmm atau mungkin yang cocok segelas wine untuk menikmati lagu-lagu mereka ya?

cover CD yang kupunya

Aku baru saja menemukan kembali CD Bond ku itu, dan kupasang waktu aku menyetir hari Senin lalu. Perjalanan 1 jam tak terasa apalagi waktu mendengar lagunya yang berjudul “Victory”… riang sekali. Beberapa kali aku putar kembali khusus lagu itu. And to tell you the truth, aku menikmati drive ku setiap Senin karena aku bisa mendengar musik kesukaanku sepanjang perjalanan. Bagiku, menyetir = mendengar musik. Suatu kemewahan karena di rumah sekarang aku jarang bisa santai mendengar musik. Aku hanya bisa mendengar musik waktu anak-anak sedang sekolah, selebihnya aku ‘kalah’ dengan televisi 😀

Tapi, terus terang dalam perjalanan pulang aku tidak mau memasang CD ini. Karena sudah gelap (jam 9 malam), anak-anak juga biasanya tertidur, aku terbawa melankolis mendengar ‘sayatan’ suara biola dan teman-temannya 😦 , jadi aku ganti dengan musik yang lebih netral. Aku suka biola, tapi biola juga membawa kenangan yang sebetulnya tertanam ‘hanya’ karena cerita mama. Mama selalu bercerita bahwa papanya, Opa Johannes Mutter, sangat pandai memainkan biola. Dan mamanya, Julia Kepel, sangat pandai memainkan piano. Dan menurut cerita mama, mereka berduet dengan harmonis. Padahal, aku tahu, Oma Julia Kepel meninggal waktu mama berusia 4 tahun. Jadi semestinya ingatan duet itu adalah ingatan anak seusia Kai 🙂 Ingatan mama terhadap mamanya hanya selama 4 tahun! Sedangkan aku, mempunyai waktu 44 tahun bersama mama! Ingatan yang lebih banyak dan ikatan yang mestinya lebih kuat, yang tak akan pudar, dan kubawa sampai aku mati nanti. Tentunya.

Sabtu, 2 Juni 2012, keluargaku berkumpul di rumah Jakarta untuk mengikuti misa 100 harinya mama. Kecuali aku, yang harus puas dengan mengikuti lewat skype. But…. Thanks to the technology! Benar-benar berterima kasih karena teknologi yang ada, bisa mendekatkan jarak ribuan mil. Selain itu internet atau si mbah google juga banyak membantuku mencari kenangan masa kecil yang kulewatkan bersama mama. Ya, mama sering menyanyikan lagu-lagu bahasa belanda yang aku hanya ingat sepotong-sepotong. Sehingga untuk melengkapinya aku sering mencarinya di internet.

Misa arwah 100 hari Elizabeth Maria Coutrier

Selain lagu Poes is ziek yang pernah kutulis di sini. Aku baru saja menemukan

Eén, twee,
Kopje thee;
Drie, vier,
Glaasje bier;
Vijf, zes,
Kurk op de fles;
Zeven, acht,
Soldaat op wacht;
Negen, tien,
Ik heb een dief gezien;
Tien, elf,
Gij zijt de dief zelf.

Onze oude versjes / geïllustreerd door C. Spoor
Uitgever:   Amsterdam : H. Meulenhoff, 1906

atau

sebuah lagu yang dinyanyikan sambil mendudukkan di atas paha dan menggoyangkan atas bawah.

Hop hop hop paardje hop hop hop dit is je mondje en dit is je kop…

yang akhirnya kutahu itu lirik buatan mama saja hehehe. Lagu sebenarnya adalah Hop! Hop! Hop! Paardje in galop!

Poes is ziek rheumatik Kucing sedang sakit rematik
dat zei dokter Jantje itu kata dokter Yance
Zware kou stop haar gauw Flu berat jadi masukkan dia cepat
Warmpjes in haar mandje hangatkan dia di keranjangnya
poes is Ziek rheumatik Kucing sedang sakit rematik
poesje jij moet zweten Kamu harus berkeringat

Kenangan-kenangan masa kecil, masa remaja dan masa selama hidup dapat memperkuat ikatan yang tentu saja tidak lekang oleh waktu. Dan aku bersyukur mempunyai banyak kenangan itu, dan bersyukur juga masih bisa mengingatnya.

Iklan

24 comments on “Bond

  1. yah usia manusia siapa yang tau ya… pada akhirnya ya emang kenangan/memory yang tertinggal…

    jadi emang kita kudu memanfaatkan setiap detik yang ada untuk mengukir kenangan bersama orang2 yang kita cintai ya mbak.. 🙂

    btw saya juga masih inget group musik bond itu.. dulu kan ngetop ya…

  2. menulis blog ini juga cara mbak Imel menyimpan kenangan.
    sesuatu yang akan membuat bangga dan tersenyum
    jika kelak membaca semuanya kembali.

  3. Saya tau grup Bond itu Bu…
    Tapi sudah lama sekali nggak pernah dengar lagunya.
    ====================
    Kalau kangen Ibuk, saya cuman telpon, karena Ibuk saya nggak mau liat saya dari skype…
    Tiap liat saya Ibuk malah nangis karena katanya kangen, jadinya cukup suara saja.
    Lumayan, meski cuman suara tapi bisa bicara langsung tanpa nunggu berhari2 kayak jamannya pos surat.
    Tiap Subuh ibuk saya pasti nelpon semua anak2nya, di absen satu-satu

  4. Ya …
    Lagu adalah salah satu tools untuk mengingat masa kecil …
    ada banyak lagu yang bisa menghubungkan kita dengan kenangan masa kecil …

    Saya tidak tau apakah … Lagu Timang-Timang anakku sayang … bisa melekat di hati anak-anak saya atau tidak …
    namun … saya pribadi … jika mendengar lagu tersebut … pasti akan teringat masa kecil anak-anak saya …

    salam saya EM

    • Satu lagi …
      About Bond ?
      hhmmm ….
      mereka memang memanjakan mata dan telinga sekaligus … one shot … dua indra terpuasi …

      🙂

      salam saya EM

  5. pus…pus….., itu rupanya dari bahasa Belanda ya…,
    akupun sekarang nyari2 lagu2 lama yg dulu sering dinyanyikan alm papa,
    lagu memang bisa membuka kenangan ya

    ajaibnya teknologi bisa mendekatkan yg jauh ya

  6. Aku jadi pengen pulang dan bikin video sama Mama dan Bapak, memang banyak banget nilai yang ditanam oleh mereka dan pasti akan terus teringat sampai punya cucu cicit

  7. Bond 😕 jadi tertarik untuk mencari lebih dalam. Oke lah, nanti aku aku searching di youtube 😆

    Dan tentang tekhnologi yang memudahkan kita, saya juga merasa sangat terbantu. Meskipun semua da resiko yang terkandung di baliknya. 😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  8. aku suka dengan bond mbak.. dulu pernah deh beli VCD (bajakan sayangnya) dan masih ada sampe sekarang.. Yang ciri khasnya itukan cewek jepang itu ya mbak,, bawa biola yang besar (entah apa namanya) hehehe…

    soal lagi itu lagu nina bobo kah mbak? Aaahh lucu yak,, ternyata orang tua jaman dahulu emang banyakan yang bisa dengan bahasa belanda ya.. Sayang gak ada pendidikan bahasa belanda di sekolah.. Kalau ada kan perjuangan 350 tahun bergaul dengan mereka ada juga keuntungannya buat kita.. dari segi pergaulannya misalnya 😀

  9. sama mbak ketika di rumah mendengarkan musik selalu terkalahkan oleh televisi…hehe
    tapi paling seneng klo denger musik di kamar di malam hari sambil menunggu mata terpejam

    itulah enaknya kalau teknologi udh canggih ya..
    walaupun jauh berasa deket

  10. ga di jepang di indonesia juga sama… masalahnya TV semua… jarang denger musik santai..
    me timenya ga ada…
    jadi kalau mau me time saya malam jam 11- 1. hiks…

    kenangan ya… saya cukup dikit merekam kehidupan saya… biasanya foto saya dimiliki sama teman teman baik saya… kalau foto waktu kecil banyak di rumah… tapi sudah jarang dilihat karena juga sudah lama tidak pulang…:)

    Kenangan akan selalu diingat di kepala saja.

  11. Victory-nya Bond sampai sekarang pun masih aku jadikan ringtone-ku nechan, bergantian dg lagu lain sih, tapi selalu jadi top list 🙂

  12. Aku juga suka banget dengan Bond.. Musik mereka memang sangat asyik untuk dinikmati.. 🙂

    Kenangan bersama orangtua banyak tersimpan dalam memoriku, tapi tidak banyak yang terdokumentasikan. Maklum, fasilitas untuk itu sangat minim kami miliki dulu.

    Oleh karenanya, sekarang ini setiap moment dalam kehidupan kami, sebisa mungkin kudokumentasikan, agar suatu saat kelak, anak-anak dapat memutarnya kembali dan mengingat sejarah penting dalam hidup mereka..

  13. Ketika Tuhan Menjemput orang yang dekat dan sangat kita sayangi, maka ada seribu kenangan yang selalu hadir.

    Saya menikmati 17 Tahun 2 bulan, tepatnya 2 bulan setelah sweet seventen ku, Bunda Pergi Ke Rumah Bapa di Surga.

    Dan kenangan itu tetap ada.

    Pasti lagu-lagu itu selalu membuat hati kita merasakan cinta yang besar ya Mbak.

    Love You

  14. Saya lebih beruntung bisa 61 tahun lebih bersama emak, semoga emak selalu sehat.
    Stir mobil sambil mendengarkan musik memang bisa mengatasi stress ya jeng.
    Kalau di Surabaya saya mendengarkan Radio Suara Surabaya yang mengabarkan sikon lalu lintas, kadang ada acara talkshow yang bermanfaat dan diselingi music.
    Salam hangat dari Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s