Manggung Pertama

Kalau minggu lalu Riku pertama kali bermain drama, maka hari ini Kai pertama kali manggung di TK! Judul acaranya adalah : Otanoshimi-kai お楽しみ会, ya semacam pentas seni yang diharapkan dapat menyenangkan yang menonton. Kegiatan ini selalu diadakan setiap bulan Desember setiap tahun. Penontonnya tentu saja ayah-ibu-kakak-adik + kakek-nenek. Untung tidak ada yang bawa satu kampung ke TKnya Kai hehehe.

Kelas Kai, Tulip dibagi menjadi 4 kelompok yang membawakan tarian yang berbeda. Kai sendiri masuk kelompok yang terdiri dari 10 orang dan tampil terakhir yang membawakan tarian : Ninja Taiso 1-2-3. Karena menggambarkan gerak-gerik Ninja, mereka memakai kostum ninja-ninjaan. Untuk membantu guru TK nya memakaikan kostum tarian, setiap kelompok diminta bantuan seorang ibu. Karena kelompok  Kai kebanyakan mempunyai bayi, jadi aku menawarkan diri untuk membantu.

Acaranya sendiri mulai jam 10 pagi, sedangkan aku dan Kai harus berada di kelasnya untuk ganti kostum pada pukul 8:50. Padahal hari ini hujan lebat dan dingin. Tidak bisa naik sepeda ke TK. Jadi aku minta tolong papa Gen untuk mengantarkan kami naik mobil dan diturunkan di depan TK. Papa Gen dan Riku akan datang tepat pukul 10. Kelas Tulip mendapatkan giliran pertama, tapi kami harus menonton acara keseluruhan sampai pukul 12.

Kai dengan baju ninjanya

Begitu sampai di kelas, kelas sudah penuh dengan  anak-anak dan  orang tua. Agak sulit untuk bergerak di dalam kelas, tapi rupanya gurunya ingin membiarkan orang tua melihat anak-anaknya berganti baju kostum. Paling tidak bisa membuat foto sebelum manggung. Bener deh namanya orang tua yang punya anak di TK itu, apalagi anak pertama, heboh dengan mengambil foto dan video. Perasaan dulu waktu Riku kami tidak gitu-gitu banget deh hihihi.

Nah, setelah berganti dengan kostum, orang tua dipersilakan ke aula tempat menonton tari-tarian. Sedangkan aku masih tinggal untuk memasangkan atribut-atribut lain, dan mengantar mereka ke belakang panggung. Bukan itu saja, aku harus membuka rompi 6 anak laki-laki karena akan dipakai oleh kelas selanjutnya. Lalu mengantar 10 anak ini ke kelas untuk ganti baju lagi dengan baju seragam. Hmmm lumayan sibuk, karena itu aku sendiri hampir tidak bisa menonton tarian Kai secara lengkap. Tapi aku pernah melihat waktu latihan, jadi urusan memotret aku serahkan pada Gen dan Riku saja.

Kai paling kanan

Senang juga bisa melihat anak-anak di belakang panggung. Sama sekali tidak terlihat muka-muka yang tegang. Mereka bahkan ikut bernyanyi waktu terdengar lagu tarian teman yang giliran sebelum mereka. Muka tegang tidak ada, apalagi yang nangis. Aku juga bangga pada Kai karena dia yang waktu latihan sempat nangis karena tidak mau berpisah dengan aku, tapi hari ini dia benar-benar menari sebisanya. Persiapan guru-guru TK ini memang hebat. Semua sudah dipersiapkan dengan seksama. Semua atribut diberi nama pemakai, sehingga tahu atribut siapa yang kurang. Dan mereka juga menggunakan kostum milik TK seminim mungkin sehingga orang tua sama sekali tidak perlu mengeluarkan uang untuk kostum manggung. Selain itu ada kardus berisi atribut cadangan jika terjadi “kecelakaan” seperti robek atau putus. Semua kemungkinan sudah dipikirkan. Hebat ah….

Oh ya perlu diketahui anak-anak semua NO MAKE UP!, tidak seperti di Indonesia banyak acara manggung anak-anak yang diberi make up sampai medok oleh orang tuanya. Drama waktu Riku pun selain kumis yang diperlukan, anak-anak yang manggung sama sekali no make up. Yang penting kan cerita/gerak dan gaya mereka BUKAN hiasannya. Dan ini aku setuju sekali.

Dengan acara manggung ini, selain belajar berani untuk tampil di depan umum sejak dini (Kai -4 th) , mereka juga belajar untuk menjaga keharmonisan gerakan dengan temannya, bertanggung jawab pada tugasnya, serta belajar tepat waktu. Sssstt meskipun tidak manggung, mamanya juga ikut belajar bersama anak-anak loh 😀

NB: Kalau teman-teman perhatikan, foto yang aku tampilkan di blog ini, jika memuat foto muka anak-anak Jepang, pasti aku blurkan wajahnya. Ini menyangkut hak privasi yang tidak boleh sembarangan memuat foto tanpa ijin orang yang bersangkutan. Jadi memang disengaja.

 

Iklan

25 comments on “Manggung Pertama

  1. Kai ga takut ya manggung? Biasanya kalo yang pertama kali pasti ada grogi2nya.. saya ingat waktu kecil juga ngerasa gugup, takut salah, takut ditertawakan, padahal waktu itu cuma nujum saja (hapal dan baca ayat bergiliran)

  2. hihihi, kai menggemaskan! aku salut tuh sama guru TK. mereka sabar dan bisa mengatur bocah-bocah yang sering tidak bisa diam.

    dan asyik ya, manggung tanpa make up. dulu aku paling sebel kalau disuruh make up. apalagi kalau perempuan kan mesti disanggul tuh. uuuggghhhh…. sebeeeel! rambut ditarik-tarik, pakai lipstik, males deh.

  3. Sukses tampilnya Kai ya Jeng EM, jadi kenangan indah kelak. Awal lihat foto blur, kenapa ya koq blur, berikutnya bagaimana membuat blurnya hebat nih dan akhirnya wow begitu tujuannya menyangkut hak privasi, pembelajaran yang khas TE. Salam

  4. Duh tadi aku kaget, aku kira anak-anak itu pakai topeng kok merot gitu, ternyata dikaburkan ya. Hmm… memang agak bermasalah memasang foto orang di blog kita ya mbak. Aku juga belakangan ini mulai ragu kalo aplod foto vaya sama teman2 sekolahnya…

  5. hahahah…komen gue sama kayak mbak zee. Taunya di blur, hahahah. Kai-nya ganteng banget pake baju ninja.

    Setuju tuh mbak. kalo pentas anak kecil kan yang penting tarian & nyanyiannya, bukan make-upnya *dulu selalu kabur kalo mo didandanin pas pentas, hihihihi*

  6. Kai hebat deh berani.. inget bener waktu aku TK diajak siaran di radio satu kelas gt.. dan kata ibuku suara aku kecil gak jelas karena malu.. hahaha..

    Duh iya kah mbak ada privasi gt? waduh jadi mikir neh mau nampang foto orang ~_~

  7. hihihi itu napa Kai lumpat sendirian mba …
    sementara temen2nya engga?
    hebat euy
    baru juga 4tahun padahal ya

    kebayang lho ribetnya mba ngurusin bocah2 untuk manggung
    sendirian pula 😀

  8. hm, soal make up saya setuju.. dulu pas saya kecil, kalo mentas full make up..
    setelah dipikir2, tentunya itu gak bagus .. secara pasti pake produk untuk dewasa yang belum tentu cocok dipakein ke kulit2 anak2.
    trus selain itu juga, anak kecil jadi kenal dandan tuu..

    soal foto yg diblur, sunggug bijak mbak.. agar tidak melanggar privasi orang lain.

  9. Mantap. Ini salah satu cara untuk bikin anak berani tampil. Ada juga pelajarannya, anak dibiarkan tampil alami, wajah tidak dipermak dengan bedak tebal.
    Tadi saya pikir, selain Kai, anak yang lainnya pakai topeng, hehehe…

  10. wow lucunya tingkah polah anak-anak ini, manis-manis.. dan no make up? itulah yang semestinya. di sini anak-anak dihias tebal dan jadinya malah seperti badut 😦

    salam kenal dari surabaya mbak imel..

  11. Acara beginian jadi ingat acara pentas pertama dulu waktu TK, main angklung hehehe.
    Btw aku suka paragraf terakhirmu yg memuat kenapa kamu mem-blur wajah mereka… biar jadi pelajaran buat kita semua, para pembaca TE ini.

    Good one!

  12. senang sekali melihat anak manggung pertama kali….

    lucu dan heboh ya mbak kalo liat perlengkapan sebelum tampil …apalagi kalau kita bertugas di belakang layar.

    Setelah sekian tahun punya anak di TK, baru tahun lalu dapet tugas mengganti kostum di belakang layar, tyt emang ruweet dan perlu kecepatan ekstra hehehe

    Setuju banget tuh NO MAKE UP….sy juga bingung kenapa kok kl di sini jd pake make up yak?

  13. Kaiii….ganteng sekaliiii…! Udah gitu paling semangat lagi narinya, sampai-sampainya lompatnya paling tinggi 🙂

    Oya mbak EM, kupikir juga teman-temannya Kai pakai topeng, ternyata diblur yah..jago euy ngeblurnya… diliquify photoshop-kah?

    aku juga setuju dengan no make up anak, bikin anak-anak jadi nggak tampak seperti anak-anak…jadi dewasa karbitan gitu

  14. weitssss Kai hebat banget mbak, dan sekolah nya itu juga bener2 sangat detail ya sampai punya perlengkapan cadangan 😀 dan No makeup? di indonesia sih pawai aja kudu pake topeng hihihihihi

    ohya, seharusnya aku ngajar nari anak2 untuk tgl 11 masalahnya aku sibuk dan gak sempet ngajarin payah deh….

  15. setuju dengan NO MAKE UP. 🙂

    Btw, saya pertama kali mampir di blog mbak.
    Dan pertama heran dengan wajah-wajah yang di blurr.
    Benar juga ya. memang privasi.

    Saya pernah BETE sama seseorang karena pajang foto anak saya sebagai profile picturenya di salah satu situs jejaring sosial. opsss!! malah curhat 🙂

    btw, salam kenal mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s