Duduk atau Jongkok

( Maaf aku ganti lagi thema blog ini ke yang biasa. Karena ternyata jauh lebih nyaman yang dulu hehe)

Mungkin akan lebih banyak yang berkata, “Tentu saja kalau bisa duduk, lebih baik pilih duduk dong mel, daripada jongkok!”… eits tapi tidak demikian dengan ibuku. Dia itu sebetulnya paling anti duduk……………. di WC. Sayangnya karena semakin tua dan kakinya bermasalah jadi terpaksalah dia selalu masuk ke WC duduk. Nah, pernah kejadian aku dan mama masuk ke sebuah toilet yang pintunya kaca buram. Kalau tidak salah di P*s*r*y* Jakarta deh,ย  jadi bisa terlihatlah “kegiatan” kita di dalam bilik tersebut meski samar-samar.

Begitu aku keluar dari WC, dia berkata, “Mel…kok kamu duduk sih? Kan kotor!”
“Laaahhh wong WC duduk kok aku musti jongkok di WC duduk?”
” Iya bukan jongkok, tapi ya jangan duduk bener-bener di situ gitu”
“Waduh sambil nungging gitu maksudnya? Ya susah lah……nanti salah masuk lagi, jadi repot” hihihi

OK, Jangan anggap aku jorok ya dengan menulis seperti di atas. Percakapan seperti itu pasti akan ada di kalangan kita semua, kecuali tidak mau berterus terang. Lagipula masalah membuang hajat itu kan adalah manusiawi sekali. Buat apa malu? (Aku mungkin termasuk guru slengekan yang bisa menjelaskan pemakaian wc/kamar mandi kepada murid-murid orang Jepang… daripada mereka salah pakai kan?)

Kali ini aku ingin menjawab komentar dari pak Guru Uda Zul yang menuliskan di posting “Peringatan itu perlu tidak?” begini:

walau kurang populer, saya kira sangat menarik membahas masalah wc dan cara perjongkokannya di Jepang mbak imel. Apalagi kalau yang nulisnya mbak imel, dijamin ada nilai plusnya. Ditunggu lhoโ€ฆ.

Selain Uda Zul, banyak pula komentator lainnya yang merasa lucu, aneh, heran dengan tulisan saya di situ. Bahkan akhirnya tulisan yang saya ikut sertakan dalam acara ASKATnya pakdhe Cholik pun terpilih dan saya mendapat sebuah buku berjudul “Semiliar Cinta untuk Ayah”.

Sebelum mulai menjelaskanย  tentang WC di Jepang, aku ingin menunjukkan bahwa di depan WC biasanya ada lambang ini: Laki-laki dan Perempuan. Dan warnanya pasti biru untuk laki-laki dan pink/merah untuk perempuan. Hanya dengan melihat warnanya saja orang bisa membedakannya. Kadang ada juga restoran yang eksentrik dengan memasang lambang dengan topi wanita dan topi laki-laki atau kalau di restoran Indonesia malah memasang topeng wanita dan laki-laki wayang…. atau sebuah gedung di Jakarta juga memasang tanda yang unik dengan koper dan tas, tapi terus terang lambang-lambang ini tidak internasional yang dapat membuat bingung pengguna WC.

Tanda umum : wanita itu merah/pink, laki-laki itu biru.... (Siapa sih ya yang menetapkan harus begitu? Soalnya aku suka biru ๐Ÿ˜€ )

WC di Jepang ada dua jenis, yaitu WC jongkok yang disebut sebagai WC ala Jepang ๅ’Œๅผใ€€dan WC duduk yang disebut WC ala Eropa ๆด‹ๅผ. Biasanya di pintunya ada lambang seperti ini:

Jadi jika pergi ke WC umum, biasanya lebih banyak WC jongkoknya daripada WC duduknya. Tapi memang lihat tempatnya juga. Kalau ke bandara tentu saja lebih banyak WC duduknya. Nah peringatan yang fotonya aku pasang di posting “Peringatan itu perlu tidak” tentu saja dipasang di dalam bilik WC jongkok yang seperti ini. Foto sebelah kiri aku ambil di bandara Haneda, sehingga wujud WC nya lebih bagus daripada WC jongkok yang biasa ada di stasiun-stasiun.

Biarpun WC jongkok, di setiap bilik pasti tersedia tissue. Tidak disarankan memakai tissue kering/basah yang dibawa karena bisa menyumbat saluran. Tissue yang disediakan biasanya mudah larut dalam air.

WC duduk memang bermacam-macam juga, ada yang biasa tapi ada yang dilengkapi washlet (bidet dilengkapi penghangat untuk musim dingin. Selain bisa membilas untuk wanita, mencuci sesudah b.a.b, ada pula yang dilengkapi pengering -dryer). Bisa di lihat pula di foto di atas kiri dan foto di bawah ada tempat duduk khusus untuk bayi berusia 5bulan -2 tahun, sehingga para ibu bisa mendudukkan bayinya di situ selagi memakai WC. Perlu diketahui bahwa ibu-ibu di Jepang menggendong bayinya sendiri tanpa baby sitter atau orang lain yang bisa dititipkan selama sang ibu ke WC. Jadi untuk mendudukkan bayi biasanya ada beberapa WC Umum yang dilengkapi tempat duduk khusus bayi ini.

di sayap kanan kloset itu ada tombol-tombol untuk membilas.

Pipa putih di dinding adalah salah satu usaha barrier-free, tempat pegangan untuk lansia. Di WC Jepang tissue HARUS dibuang ke dalam kloset TIDAK BOLEH dibuang ke dalam tempat sampah. Sistem pembuangan di Indonesia tidak bagus sehingga kita tidak bisa mengalirkan tissue ke dalam kakus, sehingga kita harus membuangnya ke dalam tempat sampah.

Ada seorang mahasiswaku menanyakan apakah washlet yang memiliki penghangat ini akan laku jika dijual di Indonesia? Kubilang, tidak karena mahal, dan orang Indonesia tidak perlu penghangat karena tidak ada musim dingin. Selain itu butuh listrik khusus. Lagipula Indonesia memakai air yang ditampung di bak kecil samping kloset, atau jet-shower yang (lebih) muantabs! Jadi kalau mau memasarkan washlet ini lebih baik ke negara-negara 4 musim.

Alat yang mengeluarkan suara air, produksi Toto. Salah satu usaha untuk menghemat air. Lihat titik-titik di bagian atas, itu huruf braille untuk tuna netra.

Jadi begitulah WC di Jepang…. sepertinya sudah kujelaskan cukup detil. Oh ya ada satu lagi alat yang sering terrdapat di dinding dalam bilik WC (terutama WC perempuan) yaitu OTOHIME, sebuat alat untuk menutupi suara-suara yang dikeluarkan waktu buang hajat. (Aku sudah pernah tulis di sini, silakan baca keterangan detilnya) . Otohime ini akan mengeluarkan suara bagaikan air mengalir. Ini juga salah satu usaha penghematan air.

Hmmm apa lagi ya? Sepertinya sudah semua deh. Nanti kalau teringat aku tambah lagi deh.

Kiri peringatan di WC jongkok, Kanan peringatan di WC duduk ๐Ÿ˜€

 

Iklan

36 comments on “Duduk atau Jongkok

  1. Dulu aku pernah baca juga mbak, seorang teman yang sekolah di Jepang. Dia bilang di sana canggih sekali toiletnya.
    Tapi terus terang aku kalau di toilet umum pasti milihnya yg jongkok saja, kalau yg duduknya jorok banget. Tapi kalau yg duduk bersih ya aku pilih yg duduk tentu saja.

  2. menurut saya bagusan template yang lama Tante ๐Ÿ™‚

    wah hebat ya sampai soal wc aja peringatannya bermacam-macam dan maju secara memikirkan lansia, tuna netra dan ibu yang membawa bayi dan kayaknya semua wc umumnya pasti bersih ya Tante ?.

  3. mba Imeeeeel…
    aku malahan belum pernah ganti template karena males milihnya…hihihi…
    *emak emak pemalas dan tidak kreatip*

    Pernah iseng suruh Kayla aja yang milih…
    malah maksa maksa aku buat pake template yang donal bebek…hihihi..

  4. Mba Imel…
    Sungguh postingan yang sangat mendetail daaaaan…sangat meng intimidasi…hihihi…

    Maksudku…
    itu kloset banyak banget tombolnya sih mbaaaaa…
    pake hurup kanji pula…
    Ntar kalo aku kesonoh *entah kapan*…trus salah mencet tombol gimana???
    Apalagi kalo lagi sakit perut aku suka kurang fokus….
    Nanti akan terbongkarlah ke gaptekan ku yang selama ini tersembunyi dengan rapih..halah…

    mbok ya disediain bak dan gayung aja gitu lhoooo…
    biar tinggal banjur…hihihi…

  5. Saya dari dulu sampai sekarang tetap milih jongkok. Rasanya kalau jongkok, semua keluar karena tekanan paha. nah, pas di tempat umum malah bingung. Makanya, sebagus apapun toilet umum yang paling enak pup dirumah sendiri ๐Ÿ˜€

  6. wc jepang emang banyaak macemnya ya. jadi inget di film cars 2, ada juga tuh adegan tentang wc di jepang yang high tech banget. lucu dah. hehehe.

    saya pribadi sih, mungkin karena kebiasaan, gak bisa ke wc jongkok. harus duduk. pernah dulu nginep di vila temen di puncak, wc nya cuma wc jongkok. padahal waktu itu udah kebelet banget pup (sorry ya), tapi udah dicoba pake jongkok, gak bisa keluar (maaf kalo terasa jorok. hehe). bener2 gak bisa dah kalo harus jongkok. ๐Ÿ˜€

    • ..
      emang kalo duduk ribet ya..? ๐Ÿ™„
      ..

      kalau perempuan cukup ribet… musti hati-hati roknya spy jangan basah ๐Ÿ˜€
      EM

  7. wah.. mbak.. aku punya pengalaman lucu waktu tahun lalu balik lagi ke sana.. bingung dg pilihan tombol yg hrs dipake.. mana cuma kanji doang.. meski udah pernah familiar tapi tetep aja itu 8 th dan 4 th lalu.. walhasil celana panjangnya kesemprot dan basah.. walaaah…

    btw, aku pilih japanese style.. trus bawa air dalam botol minum deh buat bilas

  8. udah kok, Mbak EM , udah lengkap banget ttg per wc an ini ๐Ÿ™‚
    dan Jepang memang menerapkan banget wc high tech ya
    aku pribadi sih memang lebih suka dgn wc duduk, tapi kalau di luar rumah ya, lebih baik memilih yg jongkok saja……… ๐Ÿ™‚
    salam

  9. Terus terang.. WC jongkok lebih ‘aman’ buat putri dari pada WC duduk.. he. he.. ๐Ÿ˜€

    Semakin canggih WC nya.. kadang kita sbg pengguna malah makin bingung, mbak.. apalagi kl kta sudah terbiasa dengan sistem yang biasa2..

    Jadinya sebelum make WC kudu belajar cepat dulu tentang berbagai tombol yang ada di dalam WC sebelum benar2 menggunakannya. he.. he.. ; )

  10. Imeeel,

    Jujur aja jika ditempat umum saya lebih suka WC jongkok karena tak harus duduk setelah dipakai duduk orang lain, walau saya selalu siap tisu untuk mengelap dulu.
    Mama EM benar, kadang kalau WC nya kurang meyakinkan…duduknya agak nungging agar paha tak menempel…jadi tak terkena virus atau bakteri.

    Tapiii..kalau di rumah ya saya suka WC duduk dong….untungnya ditempat kerja tisu nya lumayan…ssst jangan bilang-bilang…saya ambil tisu untuk nutup di kiri kanan, baru deh duduk di atasnya. Justru karena ini, jika bepergian, karena tak yakin aman, saya selalu siap tisu banyak-banyak.

  11. Tuh, menarik kan mbak Imel? Ada pengetahuan baru, walau hanya persoalan mengenai wc bin toilet.

    Terima kasih Mbak Imel, karena telah memosting tulisan ini (sambail berdoa dan berharap suatu ketika bisa menjejakkan kaki di Jepang)

  12. K’Imel, di asrama cuma ada 1 toilet duduk dan 5 toilet jongkok untuk masing-masing lantai. Karna sy belum tau gimana caranya b.a.b di toilet jongkok, apakah harus menghadap ke arah yg sama dgn kalo kita b.a.k, jadi kalo b.a.b sy pilih toilet duduk, tapi kalo b.a.k sy pilih toilet jongkok. Hehehe…
    Toilet dengan bidet otomatis jg sdh byk ya kak.. Sy suka dgn toilet yg byk tombol2nya itu. Dan lagi, di sini tertib sekali masalah sandal. Sandal luar, sandal dalam, dan sandal toilet dibeda-bedakan. Pernah berkunjung ke salah satu keluarga Jepang dan numpang pipis di toiletnya. Aduhai, toiletnya bagus banget, toilet duduk dengan bidet otomatis tombol2 itu, sandalnya nyaman, di lantainya ada karpetnya, bunga-bunga, malah gk ky toilet, jadi pengen berlama-lama di toilet, hehe….

    hihihi soalnya toilet di sini kan kering. makanya aku juga betah sambil baca buku ๐Ÿ˜‰
    EM

  13. Kalau tidak salah bukannya Toto yang mengeluarkan air itu untuk kamuflase, Bu? Kadang kan orang malu dengan bebunyian “plung” kalau didengar “tetangga”, jadilah alat itu diciptakan. ๐Ÿ˜€

    Kalau orang Jepang sendiri biasanya lebih suka ceboknya pakai air apa tisu, Bu?

  14. kalau harus duduk biasanya aku lapisi tissue kak disekelilingnya ๐Ÿ™‚ takut kotor kalau di tempat umum

    heheh seperti ibuku juga
    EM

  15. aku pun suka theme yang ini mbak ๐Ÿ™‚ familiar aja.. hehehe

    hm, kalo di tempat umum, saya lebih memilih yang jongkok.. nggak nempel aja gitu.. tapi kalo toilet duduknya bersih.. nggak masalah juga. dan selalu jadi kebiasaan saya.. pasti saya lap dulu.. walopun dengan dilap nggak 100% bersih.. paling tidak bisa mengeringkan.

    Ya sekarang di WC umum Jepang yg di mall biasanya ada cairan alkohol bagi mereka yang mau mengelap dulu sebelum pakai
    EM

  16. wow, jongkok apa duduk yah??? enakan jongkok sih,,,langsung tumpah semuanya…hahaha…tapi hati2 juga sob,kalo kloset duduk di gunakan untuk jongkok!!! karna ane pernah baca artikel tentang orang yang terluka parah, akibat jongkok di kloset duduk.(kloset duduknya pecah)Karena kloset duduk tidak bisa menahan beban berat disaat kita jongkok….Udah ah, mau melanjutkan duduk2 di kloset sambil e-o…

    betul! Jangan jongkok di wc duduk. bahaya!
    EM

  17. Saya lebih suka closet duduk, soalnya sudah terbiasa di rumah. Kalo closetnya bersih, kayak di mall atau di hotel, tinggal duduk saja. Kalau kurang yakin, dilap dulu pakai tisue. Tapi kalau kotor, ya nggak ‘nempel’ ๐Ÿ˜€

    Sudah ada kok produk tissue yang khusus dirancang untuk melapisi permukaan closet duduk, dan akan hanyut kalau closet kita guyur. Sangat bermanfaat kalau kita pergi ke toilet umum yang kurang terjamin kebersihannya. Saya punya tissue seperti ini, tapikalau udah kebelet, kadang nggaksempat deh masang tissuenya ๐Ÿ˜€

    Iya mbak, saya juga terbiasa wc duduk sih sejak kecil
    EM

  18. Aku baru beberapa tahun belakangan ini terbiasa dengan toilet duduk, persisnya sejak tinggal di Jogja. Sebelumnya, gak bisa sama sekali… Dasar udik ya, hahaha… ๐Ÿ˜€

    Kalau untuk tempat-tempat yang terjamin kebersihannya, aku pede saja menggunakan toilet duduk, tapi kalau terlihat kurang bersih, ya jongkok saja, meski sudah ada larangan, hehehe..

    jangan jongkok di WC duduk loh Uda. Nanti kecelakaan. Aku beberapa kali mendengar jambannya pecah dipakai jongkok. bahaya. Lebih baik bersihkan dgn tissue dulu, atau cari wc lain.

    EM

  19. Saya…. fleksibel!! ๐Ÿ˜€
    Bisa duduk, jongkok juga boleh! ๐Ÿ˜€
    Hanya saja…. saya belum terbiasa cebok kering (pake tisu)…. Ehehe… ๐Ÿ˜ณ
    Yah, bukan tidak mungkin nanti saya jadi terbiasa kalo sering2 seperti itu. ๐Ÿ™‚

    sepertinya org Indonesia sampai kapanpun ngga akan bisa cebok kering deh. Minimal dibasahin tissuenya ๐Ÿ˜€
    EM

  20. Waktu ke Jepang dulu, aku nginep di YMCA (asramanya kokoku). Dan karena di sana penghuninya cowo semua (kecuali okaasan-nya), tentunya wc yang ada kebanyakan wc cowo (kecuali wc yang di luar). Waktu itu, gara-gara udah kepepet, akhirnya masuk juga ke wc cowo, hwhw.

    Aku lebih prefer western toilet Kak. Apalagi kalau lagi dingin2, penghangatnya manteppp ๐Ÿ˜€

  21. haiiii Tante Em,,,
    he…he…he…he..
    aku termasuk orang yang gelian sama toilet jorok,,
    makanya waktu kita ke Ragusa kemarin aku gak jadi ke toilet..
    geli aja..kadang daya imajinasi ku terlalu bebas..dan tinggi…

    kalau ketempat yang ada toilet duduknya gitu..
    suka ngebayangin macem-macem orang yang duduk disana..
    jadi geli sendiri.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    kalau dikantor atau dirumah aku lebih suka yang duduk,,,
    baru tahu akunya kalau di jepang ada kloset jongkok juga..
    he…..he….he…

    kejadian orang kepeleset di toilet duduk sering banget..
    malah waktu itu pernah ada di istiqlal,,bapak2 yang badannya gede..
    kepeleset,,waktu jongkok di toilet duduk,,
    alhasil mesti manggil tukang-tukang gitu buat nyelamatin.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  22. kalo saya masi jongkok lum pernah duduk..alo salah pencet tombol uda diwakilin..sambil jngkok ditemenin dong…hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s