2 hari 2 jam 2 kg

Yah ternyata aku  sudah 2 hari tidak menulis! Rasanya seabad deh. Ingin sekali menulis tapi apa daya kesehatan juga tidak mengijinkan.  Jadi ceritanya si Kai sejak Minggu demam. Biasanya dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Selama ini paling-paling demam hanya 1-2 hari, dan dia hanya tiduuuur terus. Dia paling anti minum obat. Aku kaget waktu menemukan dia tidur melungker di atas kursi minggu siang itu. Dan ternyata demamnya naik terus.

kai tidur melungker di atas kursi... sejak saat itu demamnya naik terus 😦

Hari Senin aku meliburkan dia (tentu saja) tapi terpaksa membawa dia mengajar malam harinya. Aku titipkan dia di keluarga Indonesia dekat sekolah tempat aku mengajar, masih dalam keadaan demam. Aku memang sulit tidak bisa membatalkan seenaknya saja kelas malam ini (sudah ada rencana-rencana lain soalnya).  Karena Selasa pagi Kai masih demam meskipun tidak tinggi, aku bawa ke dokter. Pola demamnya Kai memang naik kalau malam, turun menjelang pagi/siang. Kata dokter tenggorokannya tidak begitu merah, telinga bersih, jadi mungkin masuk angin biasa. Dapat obat batuk/pilek dan penurun panas.

Yang paling mengkhawatirkanku adalah dia tidak mau makan. Meskipun aku sudah menawarkan semua makanan yang dia suka termasuk puding, coklat dan es krim. “iranai! (ngga perlu mau)” . Tapi aku takut-takuti dia harus minum air atau susu. Untunglah dia mau minum air dan susu. Jadilah aku masukkan obat batuk/pileknya (berbentuk puyer)  ke dalam susu. Dan dia tidak tahu! horeeee. Kalau obat penurun panas yang berbentuk puyer dicampur ke susu, dia langsung tahu karena rasa susunya berubah. Ya sudah terpaksa aku tidak berikan obat penurun panasnya. Pernah dia sampai 39,4 aku terpaksa memberikan obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus. Untung aku masih ada persediaan.

Rabu, tidak ada kemajuan. Malah mengkhawatirkan! Matanya tidak bercahaya lagi 😦 Jadi terpaksa Kamis aku bawa dia ke dokter. Padahal aku harus mengajar hari Kamis itu. Gen tidak bisa ambil libur, dan aku merasa kok aku tidak tega membiarkan dia lemas begitu. Jadi aku cepat-cepat membuka course n@vi suatu sistem jaringan internet yang disediakan kampus untuk menunjang kuliah secara online. Hebat memang! Jadi aku tinggal menulis pesan dan pesan itu disampaikan kepada semua peserta kuliah. Dengan course n@vi ini aku juga bisa mengirim tugas dan mengumpulkan ujian segala. Bisa-bisa tidak usah tatap muka nih hehehe.

Setelah mengirim pemberitahuan ini, aku langsung ke RS. Terlambat! Pendaftaran biasanya dimulai pukul 8:50, dan aku datang pukul 9 teng! Aku mendapat giliran nomor 6, sehingga cukup lama menunggu giliran. Dokternya sama dengan dokter yang hari Selasa, sehingga dia juga merasa aneh ada apa sebenarnya dengan Kai. Untuk amannya periksa semua. Darah, urin, dan rontgen! Semuanya selesainya jam 1:30 siang. (Untung aku sudah membatalkan kuliah) Hasilnya?

Positif Mycoplasma pneumonia. Jadi harus minum antibiotik. Dan waktu hitung-hitung untuk obatnya (biasanya dihitung berdasarkan berat badan), aku mengetahui bahwa si Kai sudah turun berat badannya 2 kg! Dari 17 kg jadi 15 kg 😦 Mukanya yang tadinya gembil jadi kurus deh. (ngga tega mau pasang fotonya di sini)

Perjuangan terberat adalah membuat dia mau minum obat. Dicampur dengan es krim vanilla, dia tetap tahu dan tidak mau. Akhirnya obatnya terbuang dilantai deh. Susaaaah banget dia dibandingkan kakaknya. Kakaknya biar sakit masih mau makan dan diiming-imingi es krim berobat 😀

Kabar jelek lainnya, sejak Kamis pagi itu aku juga merasa lemas, ternyata sudah ketularan Kai, batuk-batuk terus tapi untung tidak demam. Tapi cukup sengsara untuk tetap mengajar hari Jumatnya. Kai dijaga oleh Gen yang mengambil cuti supaya aku tidak usah membatalkan kuliah.Untung sejak Jumat Kai tidak demam lagi.

Kembali ke judul: 2 hari = lamanya aku tidak ngeblog. 2 kg = turunnya berat badan Kai. 2 jamnya? Tentang Riku sih itu. Jadi ceritanya hari Sabtu ini dia terbangun jam 5:30 pagi. Jam 6 dia tahu itu jam aku bangun tidur, jadi dia bangunkan aku dengan berkata, “Mama aku lapar!”. Jadi aku sediakan sarapan nasi untuk dia. Dia makan. Tapi belum sampai 2 jam dia sudah minta makan lagi, sampai aku biarkan dia makan roti dan makan es krim. Maklum deh dia sedang dalam masa pertumbuhan 😀 (Kayaknya 2 kg BB kurang di Kai, nambah di Riku 😀 )

Jadi, beginilah kabar deMiyashita selama 2 hari tidak ngeblog. Bagaimana dengan kalian? Selamat menyambut 2 hari akhir pekan semoga bisa diisi dengan kegiatan yang bermanfaat ya. Have a great weekend!

 

Iklan

30 comments on “2 hari 2 jam 2 kg

  1. huaaaaaaaaaaaa
    pantesaaaaaaaaaaaaaaaan
    ada huru hara rupanya di sana ya mba Em
    heboh karena Kai demam 😦
    aku aja bolak balik ke sini kok ga ada update-an yang baru?
    rupanya oh rupanya …
    btw tadi tak kira yang 2kg itu berat Mba yang turun xixixi
    baru mo lgs tanya diapain bisa turun
    eh malah Kai :((
    paling ga tega klo anak sakit yah hiks
    Kai sama seperti Egi, klo sama obat musuh banget,
    sampe klo di dokter masak wanti2 ke dokter, maunya obat prosotan 😀 *krn gambar nya ada prosotan -maksudnya pror*s) hehehe

    Aku? turun 2 kg? wah bisa bikin pesta deh hahahaa
    EM

  2. kasihan Kai lagi sakit ikut dibawa keluar,
    problem itu juga mbak yang kurasakan pas adek sakit HMFD, alias flu Singapur
    pas lagi nggak ada pembantu, dan aku udah ijin mulu, terpaksa sehari tinggal sendiri di rumah,besoknya baru papanya bisa cuti,
    untungnya si kakak dan adek nggak ada problem minum obat, dari kecil sudah bisa minum kapsul, jadi lebih gampang minumnya

    cepat sembuh ya Kai, minum obatnya ya

    Problem ibu bekerja emang gitu yah. Saat seperti ini aku ingin sekali punya pembantu.
    Paling tidak bisa ditinggal sebentar 😦
    EM

  3. Cepat sembuh Kai, biar bisa main-main lagi 🙂
    Cukup istirahat Kak, biar nggak ambruk juga.
    Anak2ku yang besar2, duanya susah minum obat.
    Harus pakai debat dulu, baru obatnya diminum.

    iya terima kasih ya injul
    Kalau Riku dia malah yang ingatkan jadwal minum obat 😀

    EM

  4. Semoga Kai sekarang sudah lebih sehat ,amin
    problem yg sama juga aku alami, ketika anak2 susah diberi minum obat, Mbak EM
    jadi ,kita hrs mencari cara agar obat tetap bisa diminum, ya seperti yg Mbak EM lakukan, obat dimasukkan dlm susu, atau makanan maupun buah ( pisang biasanya ) 🙂
    salam

    Iya bunda, problemnya ibu-ibu yah kayak gini yah 😀
    EM

  5. Duh, ternyata alangkah ribet ya punya anak. Tidak soal gembiranya saja punya buah hati, tapi juga harus menghadapi saat-saat sakit (siapa juga yang mau sakit, tapi kan pasti terjadi).

    Jangan sampai deh mamanya si Kai jadi ketularan. Nanti yang ngerawat anak-anak siapa. Belum lagi ia harus ngajar. Apalagi kalau sampai mamanya juga turun bb 2 kg. Bisa tak gembil lagi…

    Have a great weekend! 😉

    ayo bikin anak Danny 😛
    wong mamanya udah ketularan kok.
    Sayangnya gembilnya tetap hahaha (tapi kamu suka kan yg gembil 😛 )

    EM

  6. jd ingat dulu waktu kecil kelakuan sy sm persis dgn si Kai.. 🙂
    oleh bonyok, ntuh obat udah diancurin, dicampur ke dlm bubur, atau diselipin ke dalam buah pisang, jd saat nelen pisangnya, obatnya ikut masuk tanpa ketauan…
    kadang2 ortu perlu ‘licik’ utk menyiasati anak2 yg gak mau minum obat.. 🙂
    semoga Kai cepet sembuh…

    salam kenal, mbak..
    mari kunjung ke blog sy…
    terima kasih…

    iya mustinya bisa begitu, tapi si Kai sama sekali ngga mau makan, jadi cuma air dan susu. Susah deh nipunya 😀
    salam kenal juga
    EM

  7. hmm… good mother mbak ikyu ini.. coz lebih memntingkan keluarga dalam hal ini anaknya yang lagi sakit dulu ketimbang ngeblognya… salut mbak..

    hehehe ini karena sayanya ikut sakit. Mungkin kalo sayanya sehat akan ngeblog terus hihihi
    makasih ya komentarnya
    EM

  8. kalo kena demam bisa cepet banget turun BB, semoga Kai cepat sembuh dan gampang minum obat. trus kalo Riku bisa-bisa nambah 2 kg dalam dua hari 😀

    wah jangan dong masa naik 2 kg dalam 2 hari 😀
    Ini aku udah bingung beli baju/celana utk dia. Baru kelas 3 SD udah pakai ukuran utk tinggi 150 cm
    EM

  9. wahh…semoga cepet sembuh si Kai nya bu..
    memang kalo susah minum obat itu susah banget ngurusnya..
    saya juga waktu kecil gitu, hihi

  10. semoga yang sakit cepat sembuh
    btw salut sama semangat menulisnya … pertanda menangkap idenya keren sekali ;))
    Trims
    salam hangat selalu 🙂

  11. 2 hari turun 2 kg? ckckck.. cepat sekali 😐
    kalaulah Kai tidak mau minum obat, apakah di jepang juga banyak obat²an tradisional yg mungkin dia mau? sebab rasa²nya dunia timur kaya dengan khazanah pengobatan.

    semoga yang sakit segera sembuh dan kembali beraktifitas sebagaimana biasa. dan yg sehat tak jatuh sakit.

  12. Aduhh Kai….cepet sembuh ya…..
    Sedih rasanya melihatmu sakit….
    Kalau anak sakit, semua ikut sakit…

    Mudah2an cepat sembuh seperti sediakala ya Kai
    Jaga kesehatan ya Imel, biasanya anak sembuh, ganti mamanya yang sakit karena kelelahan.

  13. Semoga semuanya sudah sehat kembali. Ketika masih kecil saya juga paling benci jika harus minum obat jeng. Apalagi puyer yang rasanya pahit njethit itu.
    Jika di Indonesia, ijin tidak masuk kerja sangat mudah, apalagi jika alasannya sakit.

    Salam hangat dari Surabaya

  14. aaahhh kasian kai… 😦
    saya tuh suka banget lho ngeliat foto2 kai. lucuuu banget. hehehe. lha ini foto lagi sakit aja kok tetep lucu ya mbak… 😛

    moga2 kai cepet sembuh dan ceria kembali ya… trus biar makannya yang banyak biar bb nya naik lagi. hehehe. dan moga2 sehat selalu yaaaa

  15. Ah kasihan Kai.
    Aku tadi baru mau komentar kok tanggal postingannya lompat 2 hari. Ternyata ada kejadian. Anak-anak memang sudah mulai pintar menolak obat, apalagi kalau obatnya pahit, dicampur ke susu langsung deh ketahuan.
    Bbrp bulan lalu waktu Vaya panas tinggi beberapa hari dan dibawa ke dokter, obatnya juga pahit. Dokter kasih semacam sirup, untuk dicampur setetes or dua tetes di puyer yang akan diminum, agar tidak pahit di mulut. Dan sirup itu memang untuk campuran obat, jadi tidak mengurangi kecesplengan obat yang diminum.

  16. Whuaaaaa…
    Kai sakit rupanyaaaaa…
    kecian cekaliiii 🙂

    eh..tapi sekarang mah pasti udah sembuh kaaaan???

    Kayla kemaren ini juga sakit lhoooo, radang tenggorokan plus batuk, dan jadinya demam deeeeh…

    eh tapi mba…
    serius lagi sakit panas gitu Kai boleh makan eskrim yak?
    aku mah suka gak nge bolehin sih,,,tapi mungkin karena eskrim dan coklat di Indo ituh gulanya manis banget…pemanis buatan kali yak…jadi suka tambah batuk…

  17. Bukannya susu itu kontra dengan obat ya, Bu? Pernah dikasih tahu kalau obat itu dapat mengurangi khasiat obat apapun. Entah beneran semua obat atau hanya obat tertentu.

    Mau dong berkurang 2kg-nya buat saya saja. 😀

    Memang kalau sakit harus dipaksakan makan. Dulu waktu kecil kalau sakit minum obatnya juga dipaksa. Jadi saya dipegangin rame-rame. Mulut dipaksakan dibuka. Obat puyer yang sudah dilarutkan air di dalam sendok disuappaksakan. Menderita sekali deh pokoknya. Memang sehat itu nikmat yang tiada taranya. Tak bisa tergantikan. 😀

    Lekas sembuh semua, ya.

  18. wah telat aku bacanya… tapi sekarang Kai udah sembuh yah…

    seneng baca ttg Riku yg pinter makannya… 🙂

    course n@vi.. wah klo di INdonesia ada ini bisa2 dosennya libur terus hihihih…

  19. Mau donk Kai..tularin pneumonia nya… Cpt bgt turun 2kg..
    Hmmm ibu yg sgt perhatian yah 🙂 ga tega kl anaknya dimming gt
    Panjang sabar, tante Imel
    Om Gen jg baik sekali.. Mau cuti buat kpentingan brsm..
    Adui Riku… Gembul loh kamu… :p

    ~LiOnA~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s