Satu Langkah Besar

Milestone? Ya mungkin kemarin tgl 8 April adalah tonggak bersejarah bagi Kai, anakku yang bungsu. Karena mulai hari itu dia resmi menjadi murid TK.

Jam 8 pagi dia aku bangunkan, karena biasanya dia mau menonton video ultraman dulu sebelum pergi. Sambil bersiap-siap aku juga mengirimkan tugas kerjaan yang harus selesai pagi itu. Tak lupa juga memasukkan semua barang keperluan Kai dalam satu kantong besar. Wah…cukup berat juga.

Akhirnya pukul 9:45 kami berdua keluar rumah. Meskipun kemarin itu hangat, angin sangat  kencang bertiup. Tadinya aku mau jalan kaki, tapi karena angin kencang dan barang bawaan banyak aku langsung mengajak Kai naik sepeda. Untung saja sehingga kami dapat sampai sebelum waktu yang ditentukan.

Setelah memarkirkan sepeda, kami langsung masuk pintu masuk TK. Mengganti sepatu dengan uwabaki atau sepatu dalam ruangan, dan langsung menuju kelas. Kelas sudah dipenuhi oleh orang-tua dan anak-anak mereka. Kelas yang kecil terasa sesak karena melebihi kapasitas. Aku langsung menaruh tas, tas sepatu dan semua peralatan belajar di loker yang ada di samping jendela. Handuk tangan di cantelan yang sudah disediakan, topi kelas yang berwarna kuning, tali untuk lompat tali, buku penghubung dll. Semua harus diletakkan di tempatnya. Ribet deh.

Nah di situ Kai sudah merasa stress melihat begitu banyak orang dalam kelas. Jadi waktu aku mengajak Kai duduk di kursinya dia sudah merasa “kecut”, apalgi waktu dia melihat aku pergi ke luar kelas. Orang tua memang disuruh langsung ke hall untuk melihat upacara penerimaan murid TK. Anak-anak akan digiring ke hall belakangan. Jadi aku juga langsung ke atas, meskipun waswas tentang Kai. Aku sempat mendengar suara dia “Mama… aku mau mama”. Duh anak itu suaranya memang besar dan khas…. malu juga aku hahaha.

Sempat bingung juga apa aku sebaiknya temani dia terus, karena sebetulnya banyak juga anak yang tidak mau lepas dari orang tuanya sehingga terus dipeluk orang tuanya. Tapi kulihat cukup banyak guru yang membantu anak-anak yang setengahnya menangis 😀 Sempat juga kulihat gurunya mencari-cari aku, tapi aku tidak bisa pergi ke tempat Kai duduk karena cukup jauh dan acara hampir dimulai. Tapi Kai setelah melihat mukaku tidak menangis teriak-teriak lagi.

Stress di kelas, menjadi tangisan sampai di hall

Aku senangnya di TK ini karena semua guru sangat memperhatikan anak-anak. Kepala Sekolahnya mengatakan bahwa memang TK adalah tempat anak-anak pertama kali belajar bersosialisasi. Apalagi TK di Jepang mulai dari umur 3 tahun. Kelas awal yang diikuti anak-anak berusia genap 3 th (per 1 April)  disebut Nenshou 年少 . Kelas menengah untuk anak-anak genap 4 tahun bernama Nenchuu 年中. Dan kelas atas untuk anak-anak genap 5 tahun bernama Nenchou 年長. Genap 6 th masuk SD.

Dulu Riku masuk kelas Nenchu sejak berumur 4 tahun, sebelumnya sejak 6 bulan dia sudah ikut PAUD di penitipan Hoikuen 保育園 Himawari. Kai juga aku titipkan di Himawari sejak usia 1 tahun. Dan aku rasa Kai lebih “dewasa” dibanding Riku pada usia 3 tahun, sehingga aku mau memasukkan dia di TK saja. Jadi sekitar 100 anak usia 3 tahun itulah yang berkumpul di hall kemarin, (dan setengahnya menangis hahaha). Bisa dibayangkan kacaunya kan?

Tapi namanya juga upacara masuk TK tentu saja acaranya disesuaikan dengan anak-anak, yaitu dengan menyanyi lagu-lagu dan sedikit salam dari kepala sekolahnya. Sementara orang tua yang mengantar di bagian belakang dan pinggir kanan kiri sibuk memotret dan mengambil video. Aku sendiri karena terus memperhatikan Kai jadi tidak fokus untuk memotret. Gen tidak bisa ambil cuti untuk menghadiri acara penting ini. Sedih juga dia sih.

Aku sempat berpikir juga sih, duhhh ini ortu-ortu Jepang…. dandan abis khusus untuk hari ini. Sampai ambil video segala, padahal kapan sih nontonnya. Aku ingat dulu waktu Riku sempat ambil video, tapi akhirnya malah tidak bisa konsentrasi pada acaranya. Karena itu kami putuskan tidak membawa handycam dalam acara-acara sekolah selanjutnya. Cukup dengan fungsi video clip pada camera digital yang kupunya. Tapi memang sih orang tua lebih heboh pada acara masuk TK daripada masuk SD 😀

Sebagai penutup acara hari itu adalah pengambilan foto per kelas, murid dengan salah satu orang tuanya. Karena aku sendiri, jadi aku yang ikut dalam barisan kelas TULIP (nama kelasnya Kai). Itu saja Kai sempat menangis begitu tidak melihat aku, padahal aku ada di barisan belakangnya. Huh dasar manja 😀

Kai sebetulnya ikut hadir juga tuh di th 2007, karena sudah ada di dalam perutku hehehe

Setelah acara foto bersama, kami kembali ke kelas untuk mendengarkan pengumuman dari gurunya dan membawa pulang kertas-kertas pengumuman. Sebagai penyesuaian untuk anak-anak, tiga hari pertama orang tua boleh masuk kelas, setelah itu hanya boleh sampai pintu masuk dan harus langsung pulang. Oh ya di TK di sini TIDAK ADA YANG BOLEH MENUNGGU di sekolah. Begitu menginjak sekolah, maka anak-anak merupakan tanggung jawab guru. Tidak bisa bermanja terus. Jadi meskipun hari-hari pertama hanya belajar selama 2 jam, kami orang tua harus pulang!

Well, anakku mulai belajar bermasyarakat mulai kemarin. Dan waktu pulang kami sempat bertemu dengan teman satu penitipan tetapi kelas TK nya berbeda. Begitu si ibu tahu aku datang sendiri, dia menawarkan untuk mengambil foto aku dan Kai. Untung saja, kalau tidak, tidak ada kenang-kenangan buat Kai kelak.

posisi yang sama th ini dan 4 th lalu

Setelah bermain-main di halaman TK yang dipenuhi pohon sakura dan tsubaki, kami berdua naik sepeda pergi ke resto sushi terdekat untuk merayakan hari istimewa untuk Kai itu.

Selamat masuk TK ya Kai sayang!

(ketemu foto-foto Riku dalam blogku yang lama : http://13tahun.blogspot.com/2007_04_09_archive.html )

Iklan

27 comments on “Satu Langkah Besar

  1. selamat masuk TK ya Riku…
    jadi membayangkan hebohnya 50 anak TK yang menangis itu…
    tapi di sana hebat ya mbak.. anak-anak dididik untuk mandiri sedari dini. beda dengan di sini yang kadang-kadang sampai SD juga masih ditungguin di sekolah 😀

  2. Wah, mba Em punya dokumentasi yang lengkap sekali yaaa
    apalagi bisa punya foto yang serupa wlo tak sama karena beda subjek hehehe
    Keren euy!

    Emang ya klo dengar anak menangis bikin ga tegaan,
    tapi klo tau sekolahnya bertanggung jawab, tenang juga hati membiarkannya
    karena kita yakin guru-gurunya pasti akan membujuk dan menjaga mereka

    Semoga Kai betah di sekolah yaaaa 🙂

  3. Hebat Kai, sudah sekolah ya. Dulu guru si sulung membuat sajak supaya mbaknya boleh ninggalin jendela kelas. Helikopter jalannya muter2, kalau anak pinter dianter sampai pager

  4. Selamat masuk TK…ahh Kai sudah besar, dan senyumnya itu lho…
    Membayangkan pasti heboh persiapannya, apalagi hari pertama sekolah. Yang awalnya tenang, setelah disekolah, melihat teman nya menangis, anak akan ikutan menangis….
    Selamat ya Kai, Imel…..

  5. Banyak yang terbalik kayaknya antara Riku dan Kai ya hehehe…
    Wah pasti waktu pada nangis cari emak masing-2 sseru banget. Dan ibu2 harus menebalkan hati agar tabah mendengar anaknya nangis hehee…
    Vay jg waktu usia 2 tahun aku masukin PG, masih nangis selama 6 pertemuan pertama setiap kali dilepas di depan pintu. Tapi mostly karena manja saja, buktinya begitu pintu ditutup dia diam tuh gak nangis lagi. Alesan banget memang anak-anak ini.

    Kai gayanya keren banget ya. Kayak tokoh hero, siap-siap nembakk!!! Hehehe…

  6. wah… makasih banget Mba Imelda udah sharing disini… Berarti kalo nggak salah, Kai usianya sama dengan Vania anakku yah, Vania Mei ini 3 tahun… Aku jg lagi survey sekolahan nih Mba Imelda…

    Wah kalo ortunya disuruh pulang, yang stress bisa2 bukan anaknya, tapi ibunya… hehehe… parno nih… tapi mungkin emang ada saatnya qta ngelepasin anak yah…

    Mohon bimbingannya yah Mba Imelda… sharing lagi yah ttg Kai, Riku dan sekolahnya… supaya bisa jd bahan referensi disini jg… Arigatooo…. 🙂

  7. Selamat untuk si Kecil Bu…
    Hebat banget foto yang disandingkan itu, sekarang dan sekian tahun lalu masih tampak sama.
    Kentara sekali kalau lokasinya dirawat dan diperhatikan.
    Kalau di Indonesia pasti sudah direhab, meskipun nggak mesti makin baik.
    Atau malah TK nya sudah kegusur

  8. Selamat ya EM..
    Bagus sekali kalau orangtua berdandan penuh saat ada acara (penting) disekolah anak-anak. Beberapa kali disini saya amati kalau ke mall ortu pada dandan abis, tapi kalau acara anak di sekolah malah pakaian super santai .. pantesan anak lebih hormat sama mall daripada sekolah ya kalau begitu

  9. Papan acaranya sama persis kak, apa emang disimpen selalu ya? hehehe.
    Keliatan banget ekspresi mukanya Kai mau nangis di foto yang kedua. Foto yang pertama mirip K’ Gen ya 😀

    Muka Kai Jepang banget, muka Riku ke-eropa2an, hehe

  10. Terima Kasih Mbak EM untuk kehadirannya di 1rst anniversary rumah maya saya, silahkan cinderamata diambil disana untuk dibawa pulang, salam hangat, I love You Friends sudah menceriakan hari saya

  11. Kai pasti semakin senang menemukan komunitas baru. Uhuiiiii Hari PEtama masuk TK langsung Narsis. Pasti menjadi kenangan indah bagi Kai Kelak untuk diceritakan kepada anak cucu

  12. waaaaaaa kai udah besar!!!!
    yah kalo hari pertama emang gitu ya mbak. namanya juga penyesuaian besar2an buat si anak. 🙂
    gpp yang pasti ntar tambah lama pasti kai semakin comfortable dengan suasana sekolahnya.
    tambah pinter ya kai! 🙂

  13. Wah … selamat ya, Kai sudah masuk TK 🙂

    Lucu lihat foto Riku dan Kai di lokasi yang sama. Kelihatannya Riku sedikit lebih tinggi ya dibanding Kai (dengan melihat back ground fotonya). Eh … itu baju yang dipakai Kai bekas Riku bukan, Mbak? Hihi … 😀 (bercanda). Untung Mbak Imel nggak pakai baju yang sama ya … 😀 . Mbak Imel kelihatan lebih cantik dengan rambut kemerahan … *halah, ceriwis amat*

  14. Arrgghhhh, aku sungguh terharu.

    Membayangkan aku ada diantara ibu2 yg ada d sana, dan saat syafa juga pertama masuk TK…

    sampe sekarang syafa masih suka manja, nangis kalo mau sekolah 😦

  15. Whuaaaaa….
    Kai udah sekolaaaaaaah….
    lucunya waktu di potooooo…itu tangan nya gaya pistol begitu…pasti ngikutin Ultraman Cosmos yaaaaa…kesenengan Fathir juga…hihihi…

    potonya juga kok bisa sama gitu posenya sama abangnya siiiih….lucuuuuuu….

    oooo…jadi masuk TK disono 3 tahun yaaaa…pantesan suka penasaran si Sinchan bandel itu usia berapa sih…hihihi…*kebanyakan baca komik*…
    Sinchan kelas mawar…Kai kelas tulip yaaaa…emang biasanya kelasnya dinamai nama nama bunga kaaaah???

  16. Baaah tante Imel gayanyo zadoel abeeezzz… :p
    Tp mudaan yah! Mgkn krn la coiffure (meskipun aku g sk rambut diwarna-warna)
    Hmmm.. Kai mbuleni, ky mamanya. Riku lbh berwibawa, kharismatik & kluar Jepangnya
    Apa kebalik?!
    ‘Kelaurga mudaku’ juga gitu, anaknya yg sulung lbh diem & brwibawa, yg kcl.. Rame, nyentrik, & lbh ganteng gt
    Cetakan ud diperbarui, kah?!
    Aku & kakakku jg demikian 😀

    ~LiOnA~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s