Si hitam yang manis dan tidak manis

Hitam manis hitam manis
Yang hitam manis
Pandang tak jemu pandang tak jemu
Yang hitam manis pandang tak jemu

(Hitam Manis, Emilia Contessa)

Ayo…. Siapa yang merasa hitam? Yessy kah yang selalu mengatakan kulitnya hitam (dan manis)? Padahal jelas-jelas bukan hitam atuh, tidak seperti orang-orang dari benua Afrika sana kan? Dan bukan hitam seperti arang juga kan? Istilah uniknya…. kulit sawo matang. Hmmm yummy buah yang berkulit tipis dan halus dengan daging yang lembut dan manis. Jadi ingat mendiang Opa dan Oma Coutrier yang amat suka buah ini, sehingga setiap melihat sawo pasti saya beli dan mengenang kehadiran Opa dan Oma dalam hidupku. Kadang ikut cara oma, makan sawo matang yang sudah dimasukkan freezer… beuh seperti shorbet/frozen yoghurt deh. Sayang di Jepang tidak ada, dan di Jakarta pun tidak setiap saat ada.

Tuh kan ngga fokus lagi. Aku cuma mau cerita bahwa hari Kamis yang lalu aku ketemu dua roti hitam. Benar-benar hitam. Dan aku coba membelinya untuk makan siangku di kampus.

Yang sebelah kiri adalah “Ikasumi Pescatore” . Ika (jp) = cumi-cumi, sumi (jp)= tinta, pescatore (italia) =nelayan. Biasanya kalau memesan spaghetti pescatore kita akan diberikan spaghetti dengan base tomat dan berisi seafood (kerang, cumi,udang) . Nah bisa terbayang kan rasa roti ini? Untung tidak amis dan pakai keju. Ah mungkin kalau bologneis (meat sauce) aku akan lebih suka. Ini memang hitam yang tidak manis!

Yang sebelah kanan adalah coklat hitam dengan isi coklat putih. Kalau ini yummy sekali (emang penggemar coklat sihhh). Hitam tapi tidak pahit, bahkan boleh dibilang manis (enaknya coklat di Jepang tidak pernah “terlalu” manis untukku… maklum orang Jepang tidak suka gula, tidak seperti orang Jawa yang kebanyakan pakai 2-3 sendok teh gula untuk teh/kopinya. Aku? cukup satu sendok saja). Kalau lihat gambar yang kanan, jadi teringat lagu dari Benyamin yang berjudul “Item Manis”…emang yang putih cuma giginya ya 🙂

Item bukan bukan sembarang item
Biar item puti dalemnye
Nyang gua tau smuanye item
Nyang puti cuman giginye

Aku mau membandingkan lagi dua makanan yang hitam juga. Masih dari tinta cumi, yaitu Ikasumi Spaghetti. Benar-benar hitam deh. Tapi kalau aku mau pesan Spaghetti tinta cumi ini, pasti dimarahin Gen, karena katanya cuma orang yang iseng yang pesan spaghetti itu. Hmmm memang bukan favorit saya, tapi saya suka kok tinta cumi. Pernah masak tumis cumi? Kalau di keluargaku di Jakarta duluuuu sekali cukup sering menumis cumi. Makan dengan nasi panas uuuh yummy loh. Tapi memang di Indonesia tidak ada cumi yang sebesar cumi di Jepang. Cumi kecil di Jepang namanya “hotaru ika” (cumi kunang-kunang).

Kalau foto kiri atas adalah spaghetti tinta cumi, hitam yang tidak manis, maka yang sebelah kanannya hitam yang manis. (Untung aku pakai baju merah ya, jadi kelihatan es krimnya hihihi. Ayoooo yang manis eskrimnya atau aku? hehehe) . Eskrim yang sedang aku dan Riku makan bukan eskrim tinta cumi. Tadinya memang aku pikir tinta cumi, karena cuma tinta tinta cumi yang bisa membuat warna sehitam ini. Ternyata waktu aku pesan, namanya Kurogoma softcream, Es krim Wijen Hitam. Wijen memang ada yang putih dan ada yang hitam. Rasanya enak loh… ya seperti peanut butter deh hehehe. Eskrim ini saya beli di Ice Cream City, Sunshine Building Ikebukuro seharga kira-kira 400 yen (lupa persisnya).

Selain dodol, baik dodol garut atau dodolnya Jepang (youkan) yang berwarna hitam, bubur/tape ketan hitam (aku baru ingat pernah dibawakan kue ketan hitam buatan Wita di jakarta…enak!), Madumongso (aduuuh pengen banget nih Madumongso, sayang aku tidak bisa bikin tape ketan karena tidak ada raginya), apalagi ya makanan yang berwarna hitam pekat?

Well, setelah aku pikir, hitam yang manis ternyata lebih banyak daripada hitam yang tidak manis. Jadi berbanggalah mereka yang merasa hitam coklat sawo matang deh … Dan aku mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk seorang sahabat yang berkulit sawo matang juga di Jakarta, yang sedang berwisata dengan suami tercinta ke “hometown” nya di Yogya. So, Eka Situmorang Sir, Selamat ulang tahun yang ke 17 (always seventeen) tanggal 27 November yang lalu. Semoga Tuhan selalu menyertai dan membimbing langkah hidupmu ya dik. Mau pilih makanan hitam yang mana nih? Kalau eskrim pasti lumer sesampai di Jakarta, jadi jangan pilih eskrim ya hehehe.

Postingan ini merupakan postingan yang ke 666. Sebetulnya Ata-chan berpesan padaku, “Mbak postingan nomor 666 cerita yang horor dong” hehehe. Tapi karena aku sudah pernah cerita tentang Obake (hantu) , jadi bingung deh mau cerita tentang apa. Jadi postingan ke 666 juga rada telat, seharusnya bisa di publish kemarin-kemarin hehehe. Cullen? Ah …biar saja Cullen direbut cewe-cewe Indonesia, tidak masuk ke list aku tuh hahaha.

Iklan

One comment on “Si hitam yang manis dan tidak manis

  1. Untung eskrimnya bukan tinta cumi, kalo iya kebayang dehhhh…hehehehe Amis banget.

    Kalo bolu ketan item aku suka. Rasanya enak dan gak terlalu manis. 🙂 hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s