Hari ke 18 – santai

Ya, sebetulnya hari ke 18 tanggal 4 Maret, tidak banyak yang bisa diceritakan. Karena memang hari ini aku tidak merencanakan apa-apa yang khusus. Aku hanya ingin melewatkan waktu bersama Kai, karena selama 4 hari nanti aku akan meninggalkan Kai sendiri di Jakarta. Syukur pada Tuhan, bahwa Kai sembuh dari demamnya, sehingga aku bisa lebih lega meninggalkan dia pada mbak Riana.

Dengan maksud melewatkan waktu bersama anak-anak inilah, akhirnya Opa bersama semua cucu (kecuali Dharma) aku ajak pergi ke Plaza Senayan. Tujuan utama: cari MOS Burger, dan tentu saja makanan lain yang bisa dimakan. hehehhe. Oma malas pergi sehingga tinggal di rumah.

Pukul setengah duabelas, sampailah kita di PS. Dan aku menemukan gerai MOS Burger di lantai paling atas, lantai 3 di tempat yang terpisah dari Food Court. Opa mau makan MOS Burger tapi cucu-cucu mau makan Mac Donald, jadi terpaksa kita tinggalkann MOS dan menuju food court. Saya bilang pada Opa, kita makan yang lain, lalu bawa pulang MOS saja bagaimana?

Jadilah kita ke Food Court dan aku mencari Bakwan …Katanya orang-orang Saboga enak, jadi aku coba beli Bakwannya. Tapi maaf deh, aku tidak suka. Dengan terpaksa aku habiskan bakwan yang sudah kupesan. Sementara anak-anak ramai makan Mac Donald nya. Mungkin lebih tepat kalau dikatakan mereka senang karena mendapat mainan dari Happy Setnya daripada makan burgernya heheeh.

Selesai makan, karena Kai juga sudah ngantuk, akhirnya kita menuju Mos Burger yang tadi, untuk pesan dan bawa take away. Setelah memesan aku diberikan satu nomor. huh nomor 13 lagi heheheh. Yang aku rasa aneh juga tulisan di bawah nomor itu masih berupa tulisan bahasa Jepang. Perlu diterjemahkan ngga ya? “Dirikan papan nomor ini ditempat yang mudah terlihat, dan mohon tunggu sebentar”.

Sesudah kembali ke rumah, sekitar jam 4 aku pergi lagi bersama Riku diantar Andy ke Pasific Place sebentar untuk bertemu teman. Sempat foto Riku di sana. Tapi karena buru-buru tidak sempat ajak Riku jalan sampai ke atas. Hanya sampai lantai 3. Waah kalau sampai Riku melihat di sana ada Kidzania, bisa-bisa ngga pulang deh. Sepulang dari Pasific Place aku memutuskan untuk potong rambut dan untungnya Riku juga mau ikut. Jadilah aku bujuk dia dengan sate ayam dan coca cola, supaya dia mau dipotong rambutnya.

Wah aku juga menikmati dipotong rambut, karena sesungguhnya aku selalu potong rambut sendiri di Jepang. Biasanya setiap pulang ke Indonesia lalu memanjakan diri ke Salon di Jakarta. Jadi Riku dan mamanya sudah rapi dan siap berangkat ke Yogyakarta untuk bertemu Bunda Dyah dan Mbak Tuti, Lala, dan teman-teman yang lain.

NB: hari ini juga hari Ulang tahunnya Marten… happy birthday ya ten, jangan kapok kalau aku tanya-tanya soal c-panel hehehe.

Iklan

10 comments on “Hari ke 18 – santai

  1. @Hery Azwan
    Kayaknya memang terbalik

    EM,
    Memang menyenangkan menikmati acara santai bersama keluarga, tak ada janji, tak ada yang dikejar, dan tak terburu-buru

    edratna´s last blog post..Kecetit

  2. Wah aku juga menikmati dipotong rambut, karena sesungguhnya aku selalu potong rambut sendiri di Jepang…

    hah? gimana caranya potong rambut sendiri? aku motong rambut orang lain aja nggak bisa apalagi potong rambut sendiri.. wah…hebat….

    tanti´s last blog post..How Do You Judge a Book?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s