Aku, burung kecil dan lonceng

oleh Kaneko Misuzu

 

Walaupun aku melebarkan kedua tanganku

takkan pernah aku bisa terbang ke langit

Burung yang bisa terbang di langit

tidak  bisa berlari cepat di darat seperti aku

 

Meskipun aku menggoncangkan badanku

tak bisa keluar suara yang indah

tapi lonceng yang berbunyi indah seperti itu

tidak tahu lagu sebanyak yang kutahu.

 

lonceng, burung kecil….kemudian aku

semua berbeda

tapi semua baik adanya.

 

わたしと小鳥とすずと
金子みすず
わたしが両手をひろげても、
お空はちっともとべないが、
とべる小鳥はわたしのように、
地面をはやくは走れない。

わたしがからだをゆすっても、
きれいな音はでないけど、
あの鳴るすずはわたしのように
たくさんなうたは知らないよ。

すずと、小鳥と、それからわたし、
みんなちがって、みんないい。

Puisi ini dipakai untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang pluralism. Terutama dalam jaman global seperti sekarang ini. Kita harus terima perbedaan apa adanya.

Saya membaca puisi ini di dalam bus kota dan merasakan keindahan kata-katanya. Sayangnya setelah saya cari tentang si pencipta, diketahui bahwa dia meninggal karena bunuh diri. Memang banyak budayawan di Jepang yang bunuh diri.

Saking eksentrik??? entahlah ….

Iklan

7 comments on “Aku, burung kecil dan lonceng

  1. Di luar soal puisinya yang mengajarkan pluraslism, sungguh ironis ya bahwa banyak budayawan di Jepang yang bunuh diri…

    Padahal budayawan adalah salah seorang yang bisa menyelami hakekat kehidupan itu sendiri…

    (atau mungkin sangking bisa menyelaminya ya?).

    Yup sudah dijawab sendiri kan(saking menyelami)? Masalahnya di sini tidak beragama…(aduh aku masih punya pe-er untuk jawab itu ya) Jadi pelarian ke Tuhan (meskipun tidak boleh kita anggap Tuhan sbg pelarian) tidak ada. Mereka akhirnya melihat dan memendamnya dalam dirinya sendiri.
    EM

  2. Mbak, kalimatnya sederhana tapi menyentuh. Aku suka, kadang sengaja menonton film Jepang atau Korea untuk mencari kalimat-kalimat sederhana yang maknanya dalam seperti ini.
    Pun, ketika membaca Totto Chan dulu, aku terkesan, kemudian, tiap ada kesempatan aku hadiahkan buku Totto Chan pada teman-teman, agar mereka bisa mendapatkan maknanya, & syukur-syukur berguna untuk bekal mendidik anaknya kelak.

    Hehehehe iya. Memang banyak yang sederhana, tapi masalahnya jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia biasanya ada nuansa yang hilang, karena perbendaharaan kata bahasa Indonesia itu masih minim. Makanya kadang lebih baik pakai bahasa Inggris. Kalau suka yang ini mustinya juga suka Aida Mitsuwo.
    EM

  3. Pluralisme? Ehm…Itu merupakan hukum alam yang tidak bisa ditolak. Siapa yang mencoba membuat penyeragaman, maka dia akan terlindas.
    Btw, soal bunuh diri, mungkin karena tidak ada sanksi sosial atau pamali dalam masyarakat Jepang. Di kita aja yang mengatakan bahwa bunuh diri adalah dosa besar, masih ada aja orang yang bunuh diri. Apalagi kalau tidak ada larangan. Karena bunuh diri adalah jalan pintas mengakhiri kesulitan hidup.

    Hery Azwan´s last blog post..Mengapa Masuk Pesantren?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s